Showing posts with label ide. Show all posts
Showing posts with label ide. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

Piring Daun Pisang


Konsep piring dengan daun pisang menurutku lebih bersih daripada menggunakan piring yang di cuci ulang oleh penjual makanan. Apalagi untuk makanan di kaki lima, yang tidak memiliki sumber air bersih untuk mencuci

Wangi daun pisang beradu dengan nasi panas diaatasnya menambah selera makan

Piringnya terbuat dari lidi. bahan yang mudah didapat, dari daun kelapa, atau daun kelapa sawit. jadi...konsepnya green dan sehat.

gimana..?
sepertinya lebih baik bukan?

Saturday, June 9, 2012

Creative ReCycle

Nah..ni botol hijau paling familiar ditemukan. Misalnya botol sirup Kurnia, Botol Kecap, botol bir. Klo selesai lebaran bingung buang kemana. Mana rapuhnya ngerepotin. hmm..ide bagus jg dibuat jd asesoris taman ya

Hmm..ini benar2 karya seni. dari botol minuman mineral juga. kalau tidak salah ini diletak di pantai di daerah brazil. Dalam sebuah event go green jg.

Keren ya carprotnya. Perhatikan deh..itu ada botol minumal mineral yang warna bening, trus diisi sedikit air yang berwarna. Diikat, digantung dan disusun rapat. jadilah hamparan bunga dilangit. Hmm...di plafond kamar bisa juga nih di coba. :D


Nih ide paling umum. memanfaatkan jadi pot. tapi klo dah disusun begini...jadinya Indah yaaa

Tuesday, September 7, 2010

Berapa Imbalan Jasa Arsitek?

Salah satu keengganan masyarakat menggunakan jasa arsitek adalah ketidakjelasan upah/imbalan jasa arsitek. Kebanyakan mengira, arsitek hanya untuk orang-orang yang kaya yang tidak memperhitungkan berapa dana yang dikeluarkannya bagi sebuah kepuasan. Ataupun malah mengira tak akan sanggup membayar jasa seorang arsitek, padahal sebenarnya kemampuannya cukup untuk menggunakan jasa arsitek, sehingga keinginannya lebih maksimal terwujud dengan bantuan arsitek.

Dugaan ini wajar saja ada, karena memang persoalan upah di dunia profesi tidak begitu transparan. Tentulah tingkat pengalaman, kelihaian dalam tawar menawar menjadikan persoalan upah menjadi fleksibel.

IAI sebagai asosiasi profesi bertugas untuk membuat standarisasi ini. Tujuannya agar terjaga iklim usaha yang sehat, tidak ada saling banting harga yang ujungnya adalah mematikan profesi arsitek secara keseluruhan. Hal ini telah diatur IAI dalam Pedoman hubungan kerja antara arsitek dan pengguna jasa. Dalam pedoman ini, cukup detail diuraikan bentuk hubungan kerja hingga bersaran imbalan jasa arsitek sesuai dengan pengalaman/jangka waktu dia berprofesi sebagai arsitek. Pedoman ini mungkin masih perlu di revisi juga. Misalnya, perbedaan upah/imbalan jasa arsitek di tiap kota disesuaikan dengan standar upah minimun regional yang ada. Namun, tantangan terbesarnya adalah, penerapan dan pemantauan pedoman ini terlaksana atau tidak di masyarakat. (Pedoman dapat di download dengan klik disini)

Pada prinsipnya, ada beberapa pendekatan dalam perhitungan upah jasa arsitek sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme kerjanya.
  1. Berdasarkan persentasi biaya bangunan. Ukurannya adalah 3%-7% dari biaya pembangunan. Misalnya biaya pembangunan adalah 100 juta, maka upah arsitek adalah 3-7 juta rupiah. Besaran persentasinya tergantung dengan besar biaya bangunan, tingkat kerumitan desain atau kompleksitas desainnya. Misalnya, Bangunan rumah tinggal sederhana, dengan Butik. Butik menuntut kerumitan desain lebih tinggi dibanding rumah tinggal sederhana. Merancang butik perlu memperhatikan aspek sirkulasi parkir, desain yang menarik pengunjung, pencahayaan dan lain-lain.
  2. Berdasarkan luasan dari jumlah lantai yang di desain serta kelengkapan gambar yang dibutuhkan. Misalnya pengguna jasa ingin merenovasi ruang tamu seluas 10m2. Maka 10m2 x Rp......(upah jasa arsitek/m2). Biayanya variatif. Untuk ini akan ada negosiasi atara pengguna jasa dengan si arsitek. Semakin rumit tentu semakin mahal.
  3. Berdasarkan lama waktu bekerja. Perbulan, per hari atau perjam. Ada Arsitek yang bekerja di sebuah konsultan, developer, kontraktor ataupun perusahaan yang membutuhkan jasa arsitek. Nah, biasanya si Arsitek di gaji berdasarkan lama waktu bekerja. Seperti umumnya karyawa, di gaji bulanan. Namun ada juga yang dibayar harian, bahkan per jam. Ini untuk bentuk jasa yang bersifat konsultasi.
Jika anda ingin menggunakan jasa arsitek, jangan ragu, bertanyalah dulu imbalan jasa yang selayaknya dibayar, dan apa saja keluaran desain yang didapatkan. Sebaiknya memang tertulis dalam bentuk kontrak kerjasama. Hal ini akan lebih bermanfaat dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan selama proyek berlangsung.

Jika anda arsitek..Komunikasi dan teknik bernegosiasi memang amat dibutuhkan di profesi ini. Jika tidak ingin terlalu repot bernegosiasi, maka bekerja di sebuah perusahaan mungkin lebih nyaman dari bekerja sendiri.

Sunday, August 24, 2008

Jati untuk Penghijauan Tepi Jalan

Jenis vegetasi apa sebaiknya di gunakan untuk Penghijauan di tepi Jalan?

Apapun jenis vegetasinya, tentunya harus memiliki syarat:
1. Memberikan keteduhan
2. Tidak mudah tumbang (aman)
3. Akarnya tidak merusak jalan

Foto ini diambil di sepanjang jalan menuju pantai Cermin, kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kabupatennya memilih Pohon Jati untuk penghijauan sepanjang jalannya.

Apakah ide bisnis juga ada di benak Pemkabnya?. Entahlah.
Tapi ide pohon jati cukup cerdas sebagai pilihan vegetasi. Selain syarat-syarat diatas terpenuhi, Pohon Jati juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Apabila sudah cukup tua, Pohon ini bisa diolah dan menjadi pemasukan daerah.
Lumayan bukan?
Jika di tanam di kota, dana penjualannya bisa lah untuk membayar penyapu jalan di bawahnya.






Wednesday, August 13, 2008

Kelambu



Masih ingatkah kita pada lembaran kain transparan yang menutupi tempat tidur ini?
fungsi utamanya adalah melindungi penggunanya dari serangan nyamuk.
Entah kenapa penggunannya di tinggalkan, dan tergantikan dengan bahan-bahan kimia pembasmi nyamuk yang sama sekali tidak sehat.
Mungkin iklan terus menerus berhasil mempengaruhi tingkat konsumsi produk ini. Sedangkan kelambu,siapa pula yang mempromosikannya?.

Padahal penggunaan kelambu, paling ramah lingkungan, tidak akan memberikan efek pada kesehatan paru-paru.
Sementara secanggih apapun zat kimia yang digunakan membasmi nyamuk, tetap saja membahayakan. Bahkan meski wangi nya sudah tak tercium lagi, sisa endapan gas semprot/asap akan menempel di seluruh ruangan dan tersedot masuk paru-paru. Harga zat kimia yang harus di keluarkan setiap bulannya tentu tak sebanding dengan keuntungan menggunakan kelambu, yang cukup di cuci jika sudah kotor.

lalu kalau ada yang murah dan sehat kenapa harus beli yang mahal dan berbahaya pula???






Saturday, May 17, 2008

Rak buku unik


Baru ketemu dengan web desain rak buku yang unik-unik. Sayang terlambat ketemu, karena rak kantor keburu di buat dengan model sesederhana mungkin dan murah.

Ternyata banyak alternatif bentuk. Wadduh, ide desainku ternyata masih tumpul.
berikut pilihan unik untuk rak buku.

Rak buku jenis ini cocok dengan pecinta buku tapi tetap ingin tampil nyentrik.
Nah, ternyata plafond juga bisa dimanfaatin menjadi rak buku. Sepertinya cocok untuk rak buku di ruang kerja seorang penulis. Kalau lagi mentok, melihat susunan buku, bisa jadi nambah ide.
Nah..untuk pencinta desain, dengan koleksi buku minimalis, ide di bawah ini keren juga. Buku juga bisa mempercantik ruangan. eh buku atau raknya ya?

mau lihat pilihan rak lainnya? lihat disini.


ini ide rak favoritku :)

Rak yang ini muat banyak ya? efisiien dan tap cantik. seperti pajangan lukisan. 

Monday, January 21, 2008

Jongkok VS Duduk



Pilih mana...Kloset Jongkok atau Kloset Duduk. Kloset duduk biasanya lebih dianggap berkelas mewah, dan kloset Jongkok untuk masyarakat kelas bawah.

Ya..tentunya untuk rumah tinggal, memilih kloset jongkok atau kloset duduk tergantung pada selera si pemilik sendiri.

Tapi untuk WC umum aku sarankan memakai kloset jongkok. kenapa?

alasnnyannya cuma satu: lebih higienis. bayangkan jika di toilet umum digunakan adalah WC duduk, berapa bokong yang sama akan menyentuh bibir kloset duduk tersebut. Perhatikan di beberapa film yang menunjukkan adegan di toilet umum. Biasanya pengguna akan meletakkan tissu sepanjang bibir Kloset duduk tersebut. Yup..aku juga seperti itu.

Nah yang membuat pusing lagi soal Kloset duduk ini, terkadang tidak ada fasilitas jetpump untuk cebok. Padahal, kebanyakan masyarakat, terutama muslim, punya kebiasaan ini. Aku pernah benar-benar kewalahan ketika di sebuah rumah sakit dengan Toilet tanpa jetpum ini. Memang toilet nya kering sehingga terkesan bersih. Tapi manakah yang lebih utama, kebersihan manusianya atau toilet?.