PORTOFOLIO KARYA ARSITEKTUR

Wednesday, August 27, 2014

Desain untuk mengenang

Desain menjadi lebih menarik, ketika tidak hanya berada dalam estetika keindahan saja, tapi juga merangkum sejarah dan budaya.
Kliping dibawah ini, mengubah kengerian perang melalui keindahan ribuan bunga merah terbuat dari keramik. Disusun bergerombol, dari jendela hingga teserak di halaman. Simbol dari darah para pejuang saat perang dunia I.
Mengenang, tidak hanya mengembalikan kengerian, tapi melalui seni. 
Suka banget desain ini. 
Bunga-bunga tersebut dijual 25 poundsterling. Untuk karya seni dan nilai sejarah, merogoh kantong untuk donasi, lebih menyenangkan. bukan begitu?

lihat sumber linknya disini



Tuesday, February 25, 2014

I'am an arhitect

http://www.youtube.com/watch?v=JHMqrbdHPWQ

Sunday, June 2, 2013

Mesjid di Perumahan Puri Zahara 2











Dibangun tahun 2013, luas Ruang Sholat 81m2. 

Wednesday, December 12, 2012

Piring Daun Pisang


Konsep piring dengan daun pisang menurutku lebih bersih daripada menggunakan piring yang di cuci ulang oleh penjual makanan. Apalagi untuk makanan di kaki lima, yang tidak memiliki sumber air bersih untuk mencuci

Wangi daun pisang beradu dengan nasi panas diaatasnya menambah selera makan

Piringnya terbuat dari lidi. bahan yang mudah didapat, dari daun kelapa, atau daun kelapa sawit. jadi...konsepnya green dan sehat.

gimana..?
sepertinya lebih baik bukan?

Saturday, June 9, 2012

Creative ReCycle

Nah..ni botol hijau paling familiar ditemukan. Misalnya botol sirup Kurnia, Botol Kecap, botol bir. Klo selesai lebaran bingung buang kemana. Mana rapuhnya ngerepotin. hmm..ide bagus jg dibuat jd asesoris taman ya

Hmm..ini benar2 karya seni. dari botol minuman mineral juga. kalau tidak salah ini diletak di pantai di daerah brazil. Dalam sebuah event go green jg.

Keren ya carprotnya. Perhatikan deh..itu ada botol minumal mineral yang warna bening, trus diisi sedikit air yang berwarna. Diikat, digantung dan disusun rapat. jadilah hamparan bunga dilangit. Hmm...di plafond kamar bisa juga nih di coba. :D


Nih ide paling umum. memanfaatkan jadi pot. tapi klo dah disusun begini...jadinya Indah yaaa

Sunday, March 18, 2012

Gaji Arsitek

Gaji Arsitek - Tahu lebih lanjut tentang membayar arsitek bangunan

Pertumbuhan bangunan gedung perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan memang terlihat berkembang pesat di kota-kota besar di Indonesia. Permintaan pasar kerja akan sumber daya seorang arsitek pun akhirnya semakin meningkat.

Arsitek adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasikonstruksi bangunan atau seringkali disebut dengan perancang bangunan. Perusahaan biasanya berani membayar mahal jasa para arsitek bangunannya, tapi orang awam sering tidak mengetahui jumlah gaji yang bisa diterima arsitek.

Berdasarkan hasil Survei Gajimu, berikut adalah besaran gaji arsitek rata-rata per bulan dilihat dari tahun pengalaman

Jenis Pekerjaan

Tahun Pengalaman

Tidak ada pengalaman (dalam Rupiah)

Kurang dari 5 tahun (dalam Rupiah)

5 – 10 tahun (dalam Rupiah)

Lebih dari 10 tahun (dalam Rupiah)

Arsitek Bangunan

2.032.642

2.244.172 - 2.923.953

3.520.266 - 4.665.693

> 4.880.445

Gaji arsitek rata-rata per bulan fresh graduate dilihat dari tingkat pendidikan.

Jenis Pekerjaan

Tingkat Pendidikan

Diploma 3

Program Sarjana Kejuruan

Program Sarjana S1

Program Magister S2

Arsitek Bangunan

< 2.032.642

2.735.287

2.032.642

> 2.735.287

Hasil data Survei Gajimu juga mengungkapkan bahwa :

· 64% orang yang berprofesi sebagai arsitek berjenis kelamin laki-laki dan 35% lainnya perempuan.

· 11% yang berprofesi sebagai arsitek berumur sekitar dibawah 23 tahun, 47% berumur 23 – 29 tahun, 29% berumur 30-39 tahun, sisanya berumur diatas 40 tahun.

· 88% arsitek mempunyai gelar Sarjana (Strata Satu).

· Keuntungan profesi arsitek : 12% arsitek mendapat mobil dari perusahaan, 35% mendapat bonus akhir tahun dan 7% mendapat bonus prestasi.

Bantu Gajimu untuk membuat hasil Cek Gaji lebih akurat dengan mengisi Survei Gaji. Kami tunggu partisipasinya.


Tuesday, September 27, 2011

Memilih keramik Kamar Mandi

sumber gambar disini


Keramik adalah bahan yang paling populer yang digunakan sebagai bahan pelapis dinding dan lantai kamar mandi. Keramik memberi efek yang bersih, mudah dibersihkan dan nyaman menggunakan kamar mandi. Selain itu harga dan desainnya juga variatif. Hal ini menjadikan keramik menjadi pilihan utama dibanding kan bahan pelapis lainnya.

Untuk memilih keramik lantai keramik kamar mandi, pilihlah yang bertekstur kasar, terutama jika jenis kamar mandi basah. Kondisi kamar mandi yang lembab dan basah, menjadikan kamar mandi menjadi tempat yang disenangi tumbuhnya lumut. Jika tekstu lantai kasar maka pengguna tidak gampang tergelincir. Untuk warna, pilihlah warna yang terang. Warna terang akan memberikan kesan bersih pada kamar mandi anda. Lagi pula, akan lebih mudah mendeteksi tumbuhnya lumut yang membahayakan pengguna jika terlalu lama dibiarkan.

Untuk dinding kamar mandi, pilihlah yang berwarna terang. Keramik yang berwarna gelap cenderung mudah kotor. Noda sabun yang menempel di dinding keramik lebih terlihat pada keramik yang berwana gelap. Sehingga dinding keramik terlihat bercak-bercak putih. Membersihkannya cukup merepotkan. Hindari membersihkan keramik dengan alat pembersih yang mengandung asam. Cairan ini akan mengikis lapisan keramik, dan membuat kotoran kemudian lebih mudah melekat di keramik tersebut.

Warna coklat muda adalah pilihan yang paling baik untuk anda yang tidak terlalu sempat melakukan bersih-bersih kamar mandi. Warna ini menutupi warna kotoran, namun tetap memberi kesan elegan.


sumber gambar disini

Sunday, May 1, 2011

Berapa biaya membangun rumah di Medan?

Seringkali pertanyaan diawal ketika hendak membangun rumah adalah berapa biaya yang dibutuhkan?.

Dalam perencanaan anggaran biaya, maka alokasi dana akan terbagi dalam dua bagian besar yaitu:
1. Biaya Material
2. Biaya Upah Tukang

(Upah arsitek, tidak masuk dalam perhitungan RAB, tapi sudah dibicarakan diawal proses pembangunan. Perhitungan RAB termasuk bagian dari jasa Arsitek)

Cara menghitungnya, umumnya menggunakan Analisis BOW; yaitu teknik perhitungan biaya warisan pendidikan Belanda. Saat ini juga sudah ada metode menggunakan SNI.
Untuk beberapa produk baru, seperti rangka baja ringan, biasanya produsennya memiliki analisa perhitungannya sendiri. Jika tidak ada, maka dapat dihitung oleh si Arsitek/Estimator secara manual, berdasarkan pengalaman di lapangan, atau perkiraan.

Nah, Jika anda ingin membangun rumah, untuk spesifikasi Keramik kelas KW 1, Atap Genteng dan rangka baja, dengan bentuk atap yang sederhana secara kasar anda dapat menghitungnya berdasarkan luasan per meter persegi bangunan yang diinginkan.

Misalnya ingin membangun rumah dengan luas 36 m2. Untuk daerah Medan dan sekitarnya, prediksi kasar biaya pembangunan rumah 1 lantai adalah sebagai berikut:
36m2 x Rp.1.300.000,-
Biaya diatas termasuk biaya material dan upah bangunan.

Biaya tentu saja untuk kualitas bangunan yang standart. Semakin mewah bahan yang digunakan, semakin rumit bentuk dan detail yang akan dibangun semakin mahal pula biaya yang dibutuhkan, baik bahan maupun upah tukangnya.

Untuk memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kenyamanan yang diinginkan disinilah dibutuhkan arsitek di perencanaan dan pengawasan selama proses pembangunannya.



Sunday, April 17, 2011

mengapa membeli rumah di perumahan


NB: Tulisan ini bukan bentuk promosi, tapi sekedar sebuah ide pemikiran saja. Buah dari aktifitas keseharian.

***

Dulunya aku tidak pernah memikirkan tinggal di kompleks perumahan sebagai sebuah alternatif tempat tinggal. Mungkin karena latar belakangku yang memang tak pernah besar di komplek perumahan. Namun alasan utamanya adalah karena terlalu mahal, bentuknya yang monoton karena harus seragam, dan sedikit kecurigaan terhadap pihak developer yang kurang profesional dalam melakukan tanggung jawab bangunan yang baik dan benar.

Tapi sejak aku bekerja di Developer, persepsi ini mulai berubah. Berbagai jenis konsumen datang dengan harapannya masing masing. Dari mereka aku simpulkan bahwa membeli rumah bukan lah hanya persoalan membeli gedung tempat tinggal semata. Membeli rumah adalah membeli kualitas lingkungan di sekitarnya. Berapa jauh tempat belanja ke pasar, bagaimana keamanannya, dimana tempat anak sekolah, akses yang mudah ke kantor, fasilitas ibadah, hingga masalah sampah dan kotoran. Semua bercampur menjadi masalah kompleks yang kadang menjadi membingungkan dalam menentukan pilihan. Dan perumahan menawarkan kemudahan tersendiri dengan yaitu Lingkungan yang baru.

Dalam hal perumahan, tentu saja lingkungan baru yang akan di bentuk. Nah...jika anda ingin membeli rumah di sebuah perumahan, pastikanlah, apakah lingkungan yang direncanakannya akan menyehatkan, aman, dan nyaman bagi kehidupan anda sekeluarga.

Maka lihatlah
1. Mutu, kualitas bangunan rumahnya
2. Jalan dan drainasenya

Dua aspek diatas adalah masalah umum yang jadi pertimbangan utama pembeli rumah. Namun jarang sekali mempertimbangkan aspek berikutnya yaitu:

3. Fasilitas Penghijauannya.
Fasilitas ini adalah aspek yang paling sering di nomor duakan oleh pihak developer maupun calon pembeli. Karena menganggap fasilitas ini hanya mengurangi keuntungan. Padahal penghijauan adalah aspek penting yang menentukan kualitas lingkungan tetap terjaga dengan baik. Perumahan yang memiliki penghijauan cukup selain akan memberikan dampak sehat dan nyaman, perumahan juga akan terhindar dari kesan kumuh dan semrawut.

4. Fasilitas Umum di dalam kompleks maupun di sekitar nya.

Tentu saja semakin banyak fasilitas umum dalam sebuah perumahan akan membuat harga rumahnya melambung. Tapi jika mengingat bahwa rumah bukan lah sekedar rumah, tapi tempat kita berinteraksi, bermasyarakat, tempat anak-anak tumbuh kembang dengan baik, apakah rela membeli rumah hanya sekedar tempat untuk beristirahat tidur saja??. Maka bijak-bijaklah membeli rumah di perumahan.

Belakangan aku pun semakin sering memimpikan lingkungan yang benar-benar indah. DariJannati baiti, menjadi Darussalam. Dari rumah ku adalah surga ku menjadi Desa/kampung yang selamat.
bisakah terwujud??.

Sunday, January 16, 2011

99 untuk Arsitek: curhat nya seorang Arsitek

My rating: 4 of 5 stars

Tahun 90-an buku “chiken Soup” begitu populer dan diminati. Isinya merupakan kisah motivasi yang dirangkum dalam cerita-cerita pendek yang memikat. Ringan dan mampu membangkitkan semangat, itulah kelebihan buku tersebut. Bagi saya buku 99 arsitek adalah sejenis buku chiken soup untuk para arsitek.


Banyak yang mengira kehidupan arsitek adalah kehidupan yang mapan dan eksklusif. Pada kenyataannya, hidup sebagai arsitek, terutama di Indonesia, adalah pekerjaan yang keras, penuh perjuangan, kompetisi, dan posisi yang belum mendapat penghargaan dan tempat selayaknya dalam dunia konstruksi.


Dalam dunia pendidikan Arsitektur, bukanlah hal yang aneh jika dalam satu angkatan mahasiswa yang duduk di bangku kuliah, kelak hanya 10% yang lolos seleksi alam untuk menjadi arsitek yang resmi diakui oleh Ikatan Arsitek Indonesia_satu-satunya institusi profesi yang memberikan legitimasi sertifikasi profesi Arsitek di Indonesia.


Sedangkan sisanya 90% lagi,

sebagian kerja di bidang lain namun masih menerapkan ilmu arsitektur

ataupun bekerja namun tetap menjadikan ilmu arsitektur sebagai pekerjaan sampingan,

atau bahkan hengkang sepenuhnya dengan kerja yang berkaitan dengan konstruksi.


Uniknya banyak juga tamatan arsitektur mampu menonjol dan menjadi terkenal dalam bidang lain terutama berkaitan dengan karya cipta. Sebutlah deretan sutradara terkenal, penulis novel, desainer, photografer terkenal.

...


Buku 99 arsitek yang di tulis oleh Paul Renanda ini, terdiri dari 99 tips menjadi arsitek. Akan sangat bermanfaat di baca oleh arsitek ataupun yang ingin merintis karir sebagai arsitek. Bagi masyarakat umum, ini seperti teropong untuk melihat dunia profesi ini sesungguhnya.


Buku ini memaparkan kehidupan arsitek secara bersahaja, apa adanya, tanpa polesan indah yang biasanya tercipta dari karya para arsitek.


Buku ini adalah curhat. Curahan hati si penulis terhadap tantangan profesinya.




Tuesday, September 7, 2010

Berapa Imbalan Jasa Arsitek?

Salah satu keengganan masyarakat menggunakan jasa arsitek adalah ketidakjelasan upah/imbalan jasa arsitek. Kebanyakan mengira, arsitek hanya untuk orang-orang yang kaya yang tidak memperhitungkan berapa dana yang dikeluarkannya bagi sebuah kepuasan. Ataupun malah mengira tak akan sanggup membayar jasa seorang arsitek, padahal sebenarnya kemampuannya cukup untuk menggunakan jasa arsitek, sehingga keinginannya lebih maksimal terwujud dengan bantuan arsitek.

Dugaan ini wajar saja ada, karena memang persoalan upah di dunia profesi tidak begitu transparan. Tentulah tingkat pengalaman, kelihaian dalam tawar menawar menjadikan persoalan upah menjadi fleksibel.

IAI sebagai asosiasi profesi bertugas untuk membuat standarisasi ini. Tujuannya agar terjaga iklim usaha yang sehat, tidak ada saling banting harga yang ujungnya adalah mematikan profesi arsitek secara keseluruhan. Hal ini telah diatur IAI dalam Pedoman hubungan kerja antara arsitek dan pengguna jasa. Dalam pedoman ini, cukup detail diuraikan bentuk hubungan kerja hingga bersaran imbalan jasa arsitek sesuai dengan pengalaman/jangka waktu dia berprofesi sebagai arsitek. Pedoman ini mungkin masih perlu di revisi juga. Misalnya, perbedaan upah/imbalan jasa arsitek di tiap kota disesuaikan dengan standar upah minimun regional yang ada. Namun, tantangan terbesarnya adalah, penerapan dan pemantauan pedoman ini terlaksana atau tidak di masyarakat. (Pedoman dapat di download dengan klik disini)

Pada prinsipnya, ada beberapa pendekatan dalam perhitungan upah jasa arsitek sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme kerjanya.
  1. Berdasarkan persentasi biaya bangunan. Ukurannya adalah 3%-7% dari biaya pembangunan. Misalnya biaya pembangunan adalah 100 juta, maka upah arsitek adalah 3-7 juta rupiah. Besaran persentasinya tergantung dengan besar biaya bangunan, tingkat kerumitan desain atau kompleksitas desainnya. Misalnya, Bangunan rumah tinggal sederhana, dengan Butik. Butik menuntut kerumitan desain lebih tinggi dibanding rumah tinggal sederhana. Merancang butik perlu memperhatikan aspek sirkulasi parkir, desain yang menarik pengunjung, pencahayaan dan lain-lain.
  2. Berdasarkan luasan dari jumlah lantai yang di desain serta kelengkapan gambar yang dibutuhkan. Misalnya pengguna jasa ingin merenovasi ruang tamu seluas 10m2. Maka 10m2 x Rp......(upah jasa arsitek/m2). Biayanya variatif. Untuk ini akan ada negosiasi atara pengguna jasa dengan si arsitek. Semakin rumit tentu semakin mahal.
  3. Berdasarkan lama waktu bekerja. Perbulan, per hari atau perjam. Ada Arsitek yang bekerja di sebuah konsultan, developer, kontraktor ataupun perusahaan yang membutuhkan jasa arsitek. Nah, biasanya si Arsitek di gaji berdasarkan lama waktu bekerja. Seperti umumnya karyawa, di gaji bulanan. Namun ada juga yang dibayar harian, bahkan per jam. Ini untuk bentuk jasa yang bersifat konsultasi.
Jika anda ingin menggunakan jasa arsitek, jangan ragu, bertanyalah dulu imbalan jasa yang selayaknya dibayar, dan apa saja keluaran desain yang didapatkan. Sebaiknya memang tertulis dalam bentuk kontrak kerjasama. Hal ini akan lebih bermanfaat dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan selama proyek berlangsung.

Jika anda arsitek..Komunikasi dan teknik bernegosiasi memang amat dibutuhkan di profesi ini. Jika tidak ingin terlalu repot bernegosiasi, maka bekerja di sebuah perusahaan mungkin lebih nyaman dari bekerja sendiri.

Sunday, August 22, 2010

Taman Kanak-Kanak AL AMANAH



Desain ini pesanan seorang teman bernama Aini. Masih muda. Belum 30 tahun dia sudah ingin membangun sekolah. Padahal rumahnya sendiri masih dari tepas. Salut dengan teman yang satu ini, maka desain bangunan ini terinsipirasi si pemilik Aini.

Salah satunya, ornamen putih dibagian depan yang mengambil bentuk huruf A. Bertepatan dengan nama sekolahnya yang juga bernama Amanah. Bangunannya sebenarnya sederhana namun di desain mencolok. Lokasi TK berada di Pedesaan sebenarnya. Desain ini memang terlalu berani diletakkan di daerah pedesaan. Aini sendiri pun minder duluan melihat desainnya. Padahal, tidak banyak bahan kok. Dijamin murah. Triknya adalah mengurangi jumlah kusen kayu. Agar meriah, warna mengambil peran penting.

Sengaja di desain mencolok, agar timbul percaya diri. Di anak dan orang-orang kampung. Mereka juga berhak mendapat gedung yang Indah. Indah tak harus mahal kan?.

Tuesday, August 17, 2010

Children Center Darul Amanah



Fungsi bangunan cukup banyak. Taman kanak-kanak, Perpustakaan, Taman Pendidikan Al-Quran, dan Radio Komunitas Anak.
Terletak di daerah yang tak jauh dari kota, dan bangunan modern di sekitarnya, menuntut eksplorasi bentuk yang harus menarik.
Warna dan bentuk menjadi daya tarik bangunan ini. Untuk membahasakan fungsi bangunan sebagai milik sepenuhnya dari anak.

Tantangan selama proses pembangunan adalah desain tangga ram yang digunakan untuk sirkulasi vertikal ke lantai dua. Masyarakat menyampaikan keberatannya karena belum terbiasa dan khawatir tangga ini membahayakan bagi anak. Setelah dibangun, tangga ini justru menjadi daya tarik khas bangunan ini, dan memiliki fungsi hiburan selain fungsinya sebagai alat sirkulasi.


Kantor Yayasan KKSP


Di bangun pada tahun 2007-2008. Proyek bangunan publik ku yang pertama sebagai arsitek. Konsepnya Kantor yang semiformal. Lembaga ini banyak berinteraksi dengan masyarkat umum. Untuk desain tata ruangnya, amat mempertimbangkan ruangan pertemuan. Sedangkan fasade, mencoba menerjemahkan fungsi bangunan sebagai kantor namun tetap memberi kesan 'homy'.

Rumah Gus Muh - Jogja



Dibangun 2008. Pemiliknya adalah seorang penulis muda, dengan 2 anak. Lantai II adalah khusus ruang kerja tempat bergelut dengan buku-bukunya. Pemilik hanya meminta gambaran tampak dan biaya bangunan. Denah harus sesuai dengan gambar yang sudah dibuatnya sendiri.
Saya cuma mengkoreksi di level lantainya saja.

Tantangannya adalah, Desain ini jarak jauh. Antara Medan dan Yogyakarta. Komunikasi hanya via email. Syukurlah teknologi cukup canggih saat ini, sehingga desain dari jarak jauh tidak lagi tidak mungkin. Namun masalah jarak, tetap saja ada kelemahan. Kuncinya adalah komunikasi. Nah, selama proses memang agak sulit berkomunikasi dengan si Klien. Pada tahun 2008 juga saya berkunjung kesana, ketika proses pembangunan memasuki tahap dinding bata di lantai 2. Hmm..banyak masalah ternyata. Karena atap dirubah dibeberapa bagian, dan kesalahan di level lantai. yah...apa boleh buat.


Children Center Kuala Tripa


Proyek Children Center yang pertama. Dibangun di Desa Kuala Tripa, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Proses pembangunan berjalan selama 2008-2009

Tantangan dalam proses desainnya adalah, pertimbangan daerah pembangunan yang terisolir, sulit dicapai. Sumber daya Manusia yang rendah, namun harus menggunakan tukang setempat.

Housing Project of KKSP 2005-2007



Proyek bantuan Rumah bagi Korban Tsunami di Aceh. Terdiri dari:
  1. Rumah Type 42 Permanen, 100 Unit, di Desa Gunong Kleng, Aceh Barat
  2. Rumah Type 42 Permanen, 181 Unit, di Desa Peunaga Cot Ujong, Aceh Barat
  3. Rumah Type 42 Permanen, 127 Unit, di desa Peunaga Rayeuk, Aceh Barat
  4. Rumah Type 42 Semi Permanen, 17 Unit di desa Suak Nie, Aceh Barat
  5. Rumah Type 42 Semi Permanen, 36 Unit di desa Kuala Tripa, Aceh Barat
  6. Rumah Type 45 Semi Permanen, 84 Unit di Bieurieun, Aceh


Selain desain untuk yang type permanen, keunikan proyek ini adalah dengan mengandalkan konsep partisipasi masyarakat. Kelemahannya, proyek sulit dipastikan untuk selesai sesuai dengan target. Kelebihannya, jika maksimal proses partisipasinya, masyarakat terampil dalam membangun dan hubungan emosional yang terjaga dengan lembaga yang memberikan bantuan.

Proyek ini sangat menantang dalam proses managemennya. Karena prinsip partisipasi, meski ada desain yang di sediakan oleh pihak donor, namun masyarakat tetap diberi ruang untuk melakukan perubahan desain sesuai kebutuhan ruang mereka. Hal ini kemudian menuntut alternatif desain untuk kemudahan komunikasi ke masyarakat, yang itu pun tetap juga disesuaikan kembali dengan kondisi lapangan.

Interaksi dengan masyarakat yang terjalin dapat menggali kearifan lokal tentang arsitektur yang ada dan masih langka di tuliskan oleh arsitek Indonesia. Sayangnya belum banyak yang mampu kuuraikan. Tapi sungguh menarik pengalaman selama proyek ini.

Rumah Taufan Damanik & Sri Eni P

Rumah Taufan Damanik & Sri Eni P
Medan, 2008


Rumah ini di desain sesuai dengan keinginan pemiliknya, yang beraktifitas sebagai Dosen dan keduanya adalah Aktifis Anak, pengelola yayasan Anak yang cukup tua di Kota Medan.
Konsepnya adalah ruang terbuka sebanyak mungkin. Ruang tamu dan ruang keluarga sebagai pusat beraktifitas keluarga menjadi perhatian penting dalam desain.
Bagian taman belakang menjadi tempat yang paling menarik di sore hari.

Ini adalah desain pertamaku sebagai arsitek penuh. Tak banyak kesulitan berarti dalam proses desain, kecuali menyatukan selera suami istri pemilik rumah yang amat berbeda, dan komunikasi dengan Mandor yang kurang baik.


Tuesday, February 16, 2010