PORTOFOLIO KARYA ARSITEKTUR

Tuesday, September 27, 2011

Memilih keramik Kamar Mandi

sumber gambar disini


Keramik adalah bahan yang paling populer yang digunakan sebagai bahan pelapis dinding dan lantai kamar mandi. Keramik memberi efek yang bersih, mudah dibersihkan dan nyaman menggunakan kamar mandi. Selain itu harga dan desainnya juga variatif. Hal ini menjadikan keramik menjadi pilihan utama dibanding kan bahan pelapis lainnya.

Untuk memilih keramik lantai keramik kamar mandi, pilihlah yang bertekstur kasar, terutama jika jenis kamar mandi basah. Kondisi kamar mandi yang lembab dan basah, menjadikan kamar mandi menjadi tempat yang disenangi tumbuhnya lumut. Jika tekstu lantai kasar maka pengguna tidak gampang tergelincir. Untuk warna, pilihlah warna yang terang. Warna terang akan memberikan kesan bersih pada kamar mandi anda. Lagi pula, akan lebih mudah mendeteksi tumbuhnya lumut yang membahayakan pengguna jika terlalu lama dibiarkan.

Untuk dinding kamar mandi, pilihlah yang berwarna terang. Keramik yang berwarna gelap cenderung mudah kotor. Noda sabun yang menempel di dinding keramik lebih terlihat pada keramik yang berwana gelap. Sehingga dinding keramik terlihat bercak-bercak putih. Membersihkannya cukup merepotkan. Hindari membersihkan keramik dengan alat pembersih yang mengandung asam. Cairan ini akan mengikis lapisan keramik, dan membuat kotoran kemudian lebih mudah melekat di keramik tersebut.

Warna coklat muda adalah pilihan yang paling baik untuk anda yang tidak terlalu sempat melakukan bersih-bersih kamar mandi. Warna ini menutupi warna kotoran, namun tetap memberi kesan elegan.


sumber gambar disini

Sunday, May 1, 2011

Berapa biaya membangun rumah di Medan?

Seringkali pertanyaan diawal ketika hendak membangun rumah adalah berapa biaya yang dibutuhkan?.

Dalam perencanaan anggaran biaya, maka alokasi dana akan terbagi dalam dua bagian besar yaitu:
1. Biaya Material
2. Biaya Upah Tukang

(Upah arsitek, tidak masuk dalam perhitungan RAB, tapi sudah dibicarakan diawal proses pembangunan. Perhitungan RAB termasuk bagian dari jasa Arsitek)

Cara menghitungnya, umumnya menggunakan Analisis BOW; yaitu teknik perhitungan biaya warisan pendidikan Belanda. Saat ini juga sudah ada metode menggunakan SNI.
Untuk beberapa produk baru, seperti rangka baja ringan, biasanya produsennya memiliki analisa perhitungannya sendiri. Jika tidak ada, maka dapat dihitung oleh si Arsitek/Estimator secara manual, berdasarkan pengalaman di lapangan, atau perkiraan.

Nah, Jika anda ingin membangun rumah, untuk spesifikasi Keramik kelas KW 1, Atap Genteng dan rangka baja, dengan bentuk atap yang sederhana secara kasar anda dapat menghitungnya berdasarkan luasan per meter persegi bangunan yang diinginkan.

Misalnya ingin membangun rumah dengan luas 36 m2. Untuk daerah Medan dan sekitarnya, prediksi kasar biaya pembangunan rumah 1 lantai adalah sebagai berikut:
36m2 x Rp.1.300.000,-
Biaya diatas termasuk biaya material dan upah bangunan.

Biaya tentu saja untuk kualitas bangunan yang standart. Semakin mewah bahan yang digunakan, semakin rumit bentuk dan detail yang akan dibangun semakin mahal pula biaya yang dibutuhkan, baik bahan maupun upah tukangnya.

Untuk memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kenyamanan yang diinginkan disinilah dibutuhkan arsitek di perencanaan dan pengawasan selama proses pembangunannya.



Sunday, April 17, 2011

mengapa membeli rumah di perumahan


NB: Tulisan ini bukan bentuk promosi, tapi sekedar sebuah ide pemikiran saja. Buah dari aktifitas keseharian.

***

Dulunya aku tidak pernah memikirkan tinggal di kompleks perumahan sebagai sebuah alternatif tempat tinggal. Mungkin karena latar belakangku yang memang tak pernah besar di komplek perumahan. Namun alasan utamanya adalah karena terlalu mahal, bentuknya yang monoton karena harus seragam, dan sedikit kecurigaan terhadap pihak developer yang kurang profesional dalam melakukan tanggung jawab bangunan yang baik dan benar.

Tapi sejak aku bekerja di Developer, persepsi ini mulai berubah. Berbagai jenis konsumen datang dengan harapannya masing masing. Dari mereka aku simpulkan bahwa membeli rumah bukan lah hanya persoalan membeli gedung tempat tinggal semata. Membeli rumah adalah membeli kualitas lingkungan di sekitarnya. Berapa jauh tempat belanja ke pasar, bagaimana keamanannya, dimana tempat anak sekolah, akses yang mudah ke kantor, fasilitas ibadah, hingga masalah sampah dan kotoran. Semua bercampur menjadi masalah kompleks yang kadang menjadi membingungkan dalam menentukan pilihan. Dan perumahan menawarkan kemudahan tersendiri dengan yaitu Lingkungan yang baru.

Dalam hal perumahan, tentu saja lingkungan baru yang akan di bentuk. Nah...jika anda ingin membeli rumah di sebuah perumahan, pastikanlah, apakah lingkungan yang direncanakannya akan menyehatkan, aman, dan nyaman bagi kehidupan anda sekeluarga.

Maka lihatlah
1. Mutu, kualitas bangunan rumahnya
2. Jalan dan drainasenya

Dua aspek diatas adalah masalah umum yang jadi pertimbangan utama pembeli rumah. Namun jarang sekali mempertimbangkan aspek berikutnya yaitu:

3. Fasilitas Penghijauannya.
Fasilitas ini adalah aspek yang paling sering di nomor duakan oleh pihak developer maupun calon pembeli. Karena menganggap fasilitas ini hanya mengurangi keuntungan. Padahal penghijauan adalah aspek penting yang menentukan kualitas lingkungan tetap terjaga dengan baik. Perumahan yang memiliki penghijauan cukup selain akan memberikan dampak sehat dan nyaman, perumahan juga akan terhindar dari kesan kumuh dan semrawut.

4. Fasilitas Umum di dalam kompleks maupun di sekitar nya.

Tentu saja semakin banyak fasilitas umum dalam sebuah perumahan akan membuat harga rumahnya melambung. Tapi jika mengingat bahwa rumah bukan lah sekedar rumah, tapi tempat kita berinteraksi, bermasyarakat, tempat anak-anak tumbuh kembang dengan baik, apakah rela membeli rumah hanya sekedar tempat untuk beristirahat tidur saja??. Maka bijak-bijaklah membeli rumah di perumahan.

Belakangan aku pun semakin sering memimpikan lingkungan yang benar-benar indah. DariJannati baiti, menjadi Darussalam. Dari rumah ku adalah surga ku menjadi Desa/kampung yang selamat.
bisakah terwujud??.

Sunday, January 16, 2011

99 untuk Arsitek: curhat nya seorang Arsitek

My rating: 4 of 5 stars

Tahun 90-an buku “chiken Soup” begitu populer dan diminati. Isinya merupakan kisah motivasi yang dirangkum dalam cerita-cerita pendek yang memikat. Ringan dan mampu membangkitkan semangat, itulah kelebihan buku tersebut. Bagi saya buku 99 arsitek adalah sejenis buku chiken soup untuk para arsitek.


Banyak yang mengira kehidupan arsitek adalah kehidupan yang mapan dan eksklusif. Pada kenyataannya, hidup sebagai arsitek, terutama di Indonesia, adalah pekerjaan yang keras, penuh perjuangan, kompetisi, dan posisi yang belum mendapat penghargaan dan tempat selayaknya dalam dunia konstruksi.


Dalam dunia pendidikan Arsitektur, bukanlah hal yang aneh jika dalam satu angkatan mahasiswa yang duduk di bangku kuliah, kelak hanya 10% yang lolos seleksi alam untuk menjadi arsitek yang resmi diakui oleh Ikatan Arsitek Indonesia_satu-satunya institusi profesi yang memberikan legitimasi sertifikasi profesi Arsitek di Indonesia.


Sedangkan sisanya 90% lagi,

sebagian kerja di bidang lain namun masih menerapkan ilmu arsitektur

ataupun bekerja namun tetap menjadikan ilmu arsitektur sebagai pekerjaan sampingan,

atau bahkan hengkang sepenuhnya dengan kerja yang berkaitan dengan konstruksi.


Uniknya banyak juga tamatan arsitektur mampu menonjol dan menjadi terkenal dalam bidang lain terutama berkaitan dengan karya cipta. Sebutlah deretan sutradara terkenal, penulis novel, desainer, photografer terkenal.

...


Buku 99 arsitek yang di tulis oleh Paul Renanda ini, terdiri dari 99 tips menjadi arsitek. Akan sangat bermanfaat di baca oleh arsitek ataupun yang ingin merintis karir sebagai arsitek. Bagi masyarakat umum, ini seperti teropong untuk melihat dunia profesi ini sesungguhnya.


Buku ini memaparkan kehidupan arsitek secara bersahaja, apa adanya, tanpa polesan indah yang biasanya tercipta dari karya para arsitek.


Buku ini adalah curhat. Curahan hati si penulis terhadap tantangan profesinya.




Tuesday, September 7, 2010

Berapa Imbalan Jasa Arsitek?

Salah satu keengganan masyarakat menggunakan jasa arsitek adalah ketidakjelasan upah/imbalan jasa arsitek. Kebanyakan mengira, arsitek hanya untuk orang-orang yang kaya yang tidak memperhitungkan berapa dana yang dikeluarkannya bagi sebuah kepuasan. Ataupun malah mengira tak akan sanggup membayar jasa seorang arsitek, padahal sebenarnya kemampuannya cukup untuk menggunakan jasa arsitek, sehingga keinginannya lebih maksimal terwujud dengan bantuan arsitek.

Dugaan ini wajar saja ada, karena memang persoalan upah di dunia profesi tidak begitu transparan. Tentulah tingkat pengalaman, kelihaian dalam tawar menawar menjadikan persoalan upah menjadi fleksibel.

IAI sebagai asosiasi profesi bertugas untuk membuat standarisasi ini. Tujuannya agar terjaga iklim usaha yang sehat, tidak ada saling banting harga yang ujungnya adalah mematikan profesi arsitek secara keseluruhan. Hal ini telah diatur IAI dalam Pedoman hubungan kerja antara arsitek dan pengguna jasa. Dalam pedoman ini, cukup detail diuraikan bentuk hubungan kerja hingga bersaran imbalan jasa arsitek sesuai dengan pengalaman/jangka waktu dia berprofesi sebagai arsitek. Pedoman ini mungkin masih perlu di revisi juga. Misalnya, perbedaan upah/imbalan jasa arsitek di tiap kota disesuaikan dengan standar upah minimun regional yang ada. Namun, tantangan terbesarnya adalah, penerapan dan pemantauan pedoman ini terlaksana atau tidak di masyarakat. (Pedoman dapat di download dengan klik disini)

Pada prinsipnya, ada beberapa pendekatan dalam perhitungan upah jasa arsitek sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme kerjanya.
  1. Berdasarkan persentasi biaya bangunan. Ukurannya adalah 3%-7% dari biaya pembangunan. Misalnya biaya pembangunan adalah 100 juta, maka upah arsitek adalah 3-7 juta rupiah. Besaran persentasinya tergantung dengan besar biaya bangunan, tingkat kerumitan desain atau kompleksitas desainnya. Misalnya, Bangunan rumah tinggal sederhana, dengan Butik. Butik menuntut kerumitan desain lebih tinggi dibanding rumah tinggal sederhana. Merancang butik perlu memperhatikan aspek sirkulasi parkir, desain yang menarik pengunjung, pencahayaan dan lain-lain.
  2. Berdasarkan luasan dari jumlah lantai yang di desain serta kelengkapan gambar yang dibutuhkan. Misalnya pengguna jasa ingin merenovasi ruang tamu seluas 10m2. Maka 10m2 x Rp......(upah jasa arsitek/m2). Biayanya variatif. Untuk ini akan ada negosiasi atara pengguna jasa dengan si arsitek. Semakin rumit tentu semakin mahal.
  3. Berdasarkan lama waktu bekerja. Perbulan, per hari atau perjam. Ada Arsitek yang bekerja di sebuah konsultan, developer, kontraktor ataupun perusahaan yang membutuhkan jasa arsitek. Nah, biasanya si Arsitek di gaji berdasarkan lama waktu bekerja. Seperti umumnya karyawa, di gaji bulanan. Namun ada juga yang dibayar harian, bahkan per jam. Ini untuk bentuk jasa yang bersifat konsultasi.
Jika anda ingin menggunakan jasa arsitek, jangan ragu, bertanyalah dulu imbalan jasa yang selayaknya dibayar, dan apa saja keluaran desain yang didapatkan. Sebaiknya memang tertulis dalam bentuk kontrak kerjasama. Hal ini akan lebih bermanfaat dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan selama proyek berlangsung.

Jika anda arsitek..Komunikasi dan teknik bernegosiasi memang amat dibutuhkan di profesi ini. Jika tidak ingin terlalu repot bernegosiasi, maka bekerja di sebuah perusahaan mungkin lebih nyaman dari bekerja sendiri.

Sunday, August 22, 2010

Taman Kanak-Kanak AL AMANAH



Desain ini pesanan seorang teman bernama Aini. Masih muda. Belum 30 tahun dia sudah ingin membangun sekolah. Padahal rumahnya sendiri masih dari tepas. Salut dengan teman yang satu ini, maka desain bangunan ini terinsipirasi si pemilik Aini.

Salah satunya, ornamen putih dibagian depan yang mengambil bentuk huruf A. Bertepatan dengan nama sekolahnya yang juga bernama Amanah. Bangunannya sebenarnya sederhana namun di desain mencolok. Lokasi TK berada di Pedesaan sebenarnya. Desain ini memang terlalu berani diletakkan di daerah pedesaan. Aini sendiri pun minder duluan melihat desainnya. Padahal, tidak banyak bahan kok. Dijamin murah. Triknya adalah mengurangi jumlah kusen kayu. Agar meriah, warna mengambil peran penting.

Sengaja di desain mencolok, agar timbul percaya diri. Di anak dan orang-orang kampung. Mereka juga berhak mendapat gedung yang Indah. Indah tak harus mahal kan?.

Tuesday, August 17, 2010

Children Center Darul Amanah



Fungsi bangunan cukup banyak. Taman kanak-kanak, Perpustakaan, Taman Pendidikan Al-Quran, dan Radio Komunitas Anak.
Terletak di daerah yang tak jauh dari kota, dan bangunan modern di sekitarnya, menuntut eksplorasi bentuk yang harus menarik.
Warna dan bentuk menjadi daya tarik bangunan ini. Untuk membahasakan fungsi bangunan sebagai milik sepenuhnya dari anak.

Tantangan selama proses pembangunan adalah desain tangga ram yang digunakan untuk sirkulasi vertikal ke lantai dua. Masyarakat menyampaikan keberatannya karena belum terbiasa dan khawatir tangga ini membahayakan bagi anak. Setelah dibangun, tangga ini justru menjadi daya tarik khas bangunan ini, dan memiliki fungsi hiburan selain fungsinya sebagai alat sirkulasi.


Kantor Yayasan KKSP


Di bangun pada tahun 2007-2008. Proyek bangunan publik ku yang pertama sebagai arsitek. Konsepnya Kantor yang semiformal. Lembaga ini banyak berinteraksi dengan masyarkat umum. Untuk desain tata ruangnya, amat mempertimbangkan ruangan pertemuan. Sedangkan fasade, mencoba menerjemahkan fungsi bangunan sebagai kantor namun tetap memberi kesan 'homy'.

Rumah Gus Muh - Jogja



Dibangun 2008. Pemiliknya adalah seorang penulis muda, dengan 2 anak. Lantai II adalah khusus ruang kerja tempat bergelut dengan buku-bukunya. Pemilik hanya meminta gambaran tampak dan biaya bangunan. Denah harus sesuai dengan gambar yang sudah dibuatnya sendiri.
Saya cuma mengkoreksi di level lantainya saja.

Tantangannya adalah, Desain ini jarak jauh. Antara Medan dan Yogyakarta. Komunikasi hanya via email. Syukurlah teknologi cukup canggih saat ini, sehingga desain dari jarak jauh tidak lagi tidak mungkin. Namun masalah jarak, tetap saja ada kelemahan. Kuncinya adalah komunikasi. Nah, selama proses memang agak sulit berkomunikasi dengan si Klien. Pada tahun 2008 juga saya berkunjung kesana, ketika proses pembangunan memasuki tahap dinding bata di lantai 2. Hmm..banyak masalah ternyata. Karena atap dirubah dibeberapa bagian, dan kesalahan di level lantai. yah...apa boleh buat.


Children Center Kuala Tripa


Proyek Children Center yang pertama. Dibangun di Desa Kuala Tripa, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Proses pembangunan berjalan selama 2008-2009

Tantangan dalam proses desainnya adalah, pertimbangan daerah pembangunan yang terisolir, sulit dicapai. Sumber daya Manusia yang rendah, namun harus menggunakan tukang setempat.

Housing Project of KKSP 2005-2007



Proyek bantuan Rumah bagi Korban Tsunami di Aceh. Terdiri dari:
  1. Rumah Type 42 Permanen, 100 Unit, di Desa Gunong Kleng, Aceh Barat
  2. Rumah Type 42 Permanen, 181 Unit, di Desa Peunaga Cot Ujong, Aceh Barat
  3. Rumah Type 42 Permanen, 127 Unit, di desa Peunaga Rayeuk, Aceh Barat
  4. Rumah Type 42 Semi Permanen, 17 Unit di desa Suak Nie, Aceh Barat
  5. Rumah Type 42 Semi Permanen, 36 Unit di desa Kuala Tripa, Aceh Barat
  6. Rumah Type 45 Semi Permanen, 84 Unit di Bieurieun, Aceh


Selain desain untuk yang type permanen, keunikan proyek ini adalah dengan mengandalkan konsep partisipasi masyarakat. Kelemahannya, proyek sulit dipastikan untuk selesai sesuai dengan target. Kelebihannya, jika maksimal proses partisipasinya, masyarakat terampil dalam membangun dan hubungan emosional yang terjaga dengan lembaga yang memberikan bantuan.

Proyek ini sangat menantang dalam proses managemennya. Karena prinsip partisipasi, meski ada desain yang di sediakan oleh pihak donor, namun masyarakat tetap diberi ruang untuk melakukan perubahan desain sesuai kebutuhan ruang mereka. Hal ini kemudian menuntut alternatif desain untuk kemudahan komunikasi ke masyarakat, yang itu pun tetap juga disesuaikan kembali dengan kondisi lapangan.

Interaksi dengan masyarakat yang terjalin dapat menggali kearifan lokal tentang arsitektur yang ada dan masih langka di tuliskan oleh arsitek Indonesia. Sayangnya belum banyak yang mampu kuuraikan. Tapi sungguh menarik pengalaman selama proyek ini.

Rumah Taufan Damanik & Sri Eni P

Rumah Taufan Damanik & Sri Eni P
Medan, 2008


Rumah ini di desain sesuai dengan keinginan pemiliknya, yang beraktifitas sebagai Dosen dan keduanya adalah Aktifis Anak, pengelola yayasan Anak yang cukup tua di Kota Medan.
Konsepnya adalah ruang terbuka sebanyak mungkin. Ruang tamu dan ruang keluarga sebagai pusat beraktifitas keluarga menjadi perhatian penting dalam desain.
Bagian taman belakang menjadi tempat yang paling menarik di sore hari.

Ini adalah desain pertamaku sebagai arsitek penuh. Tak banyak kesulitan berarti dalam proses desain, kecuali menyatukan selera suami istri pemilik rumah yang amat berbeda, dan komunikasi dengan Mandor yang kurang baik.


Tuesday, February 16, 2010

Saturday, January 2, 2010

architect Quote

Anda tidak perlu menjadi seorang kriminal untuk membangun sebuah penjara atau sakit untuk membangun sebuah rumah sakit! Sebaliknya, apa yang penting adalah seni berempati dengan kebutuhan orang-orang yang nantinya akan menggunakan bangunan yang dirancang.
- Paul Bohmn -



Thursday, December 31, 2009

Pertanyaan Seputaran menjadi anggota IAI



Arya Ningsih December 18, 2009 at 5:06pm
Kak, kalo mo ngambil sertifikat IAI, Tgkat dasar syaratny ap sj? Bleh tak kalo ry ngmbilny dmdan? Help infony y... Kalo kak pera kmren tu, presentasiny 4 ngambil apa (IAI)?.. Tq b4.
Pera Sagala December 18, 2009 at 5:53pm
jadi anggota IAI dulu Arya,
kk saran, ndaftar di IAI daerah arya tinggal. karena setelah jadi anggota arya akan di undang di kegiatan2 IAI. setiap kegiatan itu ada KUM yang akan di hitung setiap tahun. klo anggota biasa(yang blom sertifikas) wajib ngumpulin kum sebanyak 30 setiap tahun. kum dapat di peroleh juga dengan menulis.

biaya mendaftar klo di sumut, sekitar 180 ribu, di tambah biaya mengikuti penataran kode etik 250ribu. tapi biasanya gak langsung ngikuti penataran, karena nunggu daftar tunggu sampai min 15 orang.

setelah jadi anggota biasa, baru urus sertifikasi. ada 3 klasifikasi, 1. pratama, 2. madya, 3. Utama.
perbedaannya dari tingkat kompleksitas desain yang sudah kita tangani selama ini.

klo mau pratama, biaya 850rb. trus mengisi formulir dan gambar kerja desain kita yang sudah terbangun. minimal 3 bangunan.

klo madya, biaya 1.605ribu. minimal 6 bangunan sudah terbangun, tapi gambar kerja yang diminta cuma 3 bangunan, dengan fungsi yang lebih kompleks, seperti kantor, mesjid. rumah mewah.

klo utama, biaya 3jt. ni dah senior bgt. dia dah punya proyek di negara lain. klo punya sertifikasi ini, boleh jadi arsitek antar negara.

nanti setelah melengkapi data-data yang diminta di atas, hasilnya di baca dulu oleh tim asesor daerah. trus kita di interview. ditanya terutama ttg standar2 bangunan. misalnya keamanan dari gempa, kebakaran dan apakah sesuai peraturan kota yang ada.

gitu deeh..

nah, klo dah ikut sertifikasi, namanya anggota profesional. bayar iurannya pun lebih mahal.
klo anggota biasa 80 ribu tiap tahun, anggota prof. 150 ribu.

gimana?....berminat?


Arya Ningsih December 18, 2009 at 6:04pm
Berminat, tp yg dmaksud dg kum itu ap kak?.. Trus kalo ngumpulin kum dg tulisan mksudny ap lg neh?.. N kmren tu ry dah prnah ikut plthan kde etik tp blum jd aggt.. Trus kalo mau ngambil sertifikasi pratama sj, sulit tak? Tq 4 ur info, sis.
Pera Sagala December 19, 2009 at 2:05am
kum, itu point yang harus kita kumpulkan. biasanya seminar 2 jam kumnya 4. klo menulis seingat kk 15. klo jadi panitia 15. yang ngitung pengurus IAI, kita simpan aja semua bukti sertifikat, biar gak da mis informasi.
daftar lah jadi anggota, ambil sertifikat kode etiknya. lumayan, dari pada harus ulang lagi.
ngambil seritifikat gak sulit kok. yang sulit, ngumpulin gambar sendiri..


Arya Ningsih December 19, 2009 at 8:00pm
Oc deh... Thanx buanget y kak.. 4 ur info.. Kpn2 konsul lg y...
Pera Sagala December 19, 2009 at 11:35pm
ok..you're wellcome


Monday, November 16, 2009

Dapatkan segera....



Harga Rp. 10.000,-
Jika berminat Kontak via email
archipera@gmail.com

Monday, October 5, 2009

Tips bagi awam: Membangun Rumah Tahan Gempa


Bencana Gempa kembali merobohkan bangunan di tanah air kita. Duka ditinggal kan orang-orang yang di cintai adalah kehilangan harta yang paling berharga. Indonesia di hadapkan kenyataan, bahwa sebagian besar kepulauan berada dalam lempeng kulit bumi yang menjadikannya daerah yang harus siap dari ancaman gempa akibat pergerakannya. Kita harus berbenah diri mempersiapkan diri dari kemungkinan jatuhnya korban. Mempersiapkan tempat bernaung menjadi tempat yang nyaman, aman dan kokoh dari ancamn bencana. Khususnya bencana gempa yang telah begitu sering kita alami.

Tak bisa di pungkiri, banyak bangunan kita saat ini menggunakan bahan beton bertulang dan dinding bata. Material ini cukup nyaman untuk berlindung dari panas dan hujan. Saat gempa terjadi, memang jenis ini paling banyak memakan korban. Terutama bangunan berlantai lebih dari satu. Korban biasanya jatuh tertimpa dinding, beton atau terjebak di dalamnya.

Permasalahannya bukanlah di bahan bangunan, tetapi kekokohan struktur bangunan. Masih banyak Masyarakat kita yang terlalu sepele dengan struktur bangunan yang kokoh. Jika kita melihat rumah-rumah yang roboh pada gempa Yogya yang lalu, yang hancur adalah rumah yang tidak memiliki tulangan besi pada kolomnya. Hanya sambungan bata satu lapis (dinding) yang menyokong bebang bangunan. Kasus gempa di Padang, ada bangunan lama yang di renovasi dan di tambah lantai bangunannya. Ini menunjukkan tidak ada perhitungan struktur yang tepat untuk melindungi bangunan.

Merencanakan/memperhitungkan kekokohan struktur bangunan, tenaga ahlinya adalah tamatan jurusan teknik sipil. Namun prinsip dasarnya wajib diketahui Arsitek, selaku tim ahli yang berperan dalam pengawasan proses pembangunan. Perhitungan Struktur Bangunan mempertimbangkan beban bangunan, dan beban pengguna bangunan, serta beban yang ditimbulkan faktor luar dan alam, seperti beban angin, beban gempa, dan lain-lain. Memang perhitungan struktur tidak serta merta melindungi secara total manusia dari bencana, tapi minimal direncanakan untuk menghindari robohnya bangunan dalam waktu singkat, yang biasanya berakibat pada jatuhnya korban.

Selain proses perencanaan, proses pengawasan saat pembangunan adalah sangat penting di perhatikan. Banyak kasus perencanaan yang di salah gunakan saat proses pembangunan, dikerjakan tidak sesuai dengan perencanaan. Karena sulit mendeteksi kesesuaian struktur bangunan yang telah rampung di bangun, kesempatan ini sering di manfaatkan oleh kontraktor untuk membangun tidak sesuai dengan jumlah yang direncanakan untuk keuntungan sepihak oleh kontraktor. Jelas ini sangat merugikan pemilik / pengguna bangunan kelak. Sering sekali kerugian disadari seperti saat nasi telah menjadi bubur.
Sering juga terjadi, meski pemilik mengetahui ketidak sesuaian perencanaan dengan pelaksanaan, mereka diam saja. Umumnya ini terjadi karena biaya yang minim untuk pembongkaran dan pembangunan kembali.

Untuk menghindari hal ini, pemilik maupun calon pengguna harus benar-benar memperhatikan struktur bangunan yang akan di gunakannya saat proses pembangunan. Berikut beberapa tips sederhana, agar bisa mengawasi dan mengevaluasi proses pembangunan agar aman dari bahaya bencana Gempa.

Perhatikan Ikatan besi tulangan

1. Begel harus mengikat dengan baik


2. Jarak antar begel untuk bangunan satu lantai biasanya 15-20 cm. semakin ketengah, jaraknya semakin besar. Besi begel untuk satu lantai diameter 6-8 mm. Di pasaran, jika membeli besi, diameternya yang kita pesan biasanya lebih kecil beberapa milimerer. kualitas yang bagus adalah yang sangat mendekati. misal, ingin membeli besi 6mm, ukuran sebenarnya adalah 5,9999 mm. Ukurlah dulu sebelum membeli.

3. Oya...pilih mutu besi tulangan yang baik. ciri-ciri umumnya, tidak mudah berkarat, ada merek dagang yang terukir di setiap produknya. INGAT: Hati-hati memilih produk!

4. Untuk daerah rawan gempa, pilihlah besi ulir untuk besi tulangan utama. Besi ini mengikat beton dan besi dengan kuat sehingga kokoh menerima gaya yang diakibatkan gempa

5. SANGAT PENTING!. Perhatikan tiap sambungan struktur. Contohnya : Balok dengan Kolom. Lebihkan sebanyak minimal 20 cm dari pertemuan besi balok dengan kolom untuk penyempurnaah ikatan.
Logikanya, jika ada balok/kayu yang disambung berbentuk 4 persegi, yang di hempas kelantai, Bukan baloknya yang lebih dulu patah tetapi Ikatanlah yang lebih dulu terlepas. Di banyak kasus bangunan roboh, sambungan ini hanya sekedar berbentuk pengait. Tukang terbiasa melakukan jenis ikatan yang hanya sekedar mengkait ini. Jadi awasi benar-benar!. Jangan di cor sebelum memastikan semua sambungan struktur mengikuti prinsip ini.

6. Setiap sudut dinding harus ada kolom. Kolom adalah penyangga bangunan diatas pondasi. Inilah yang berupa besi yang di rangkai tegak. Ukuran besi ada 2, tulangan utama, biasanya 4 besi berdiameter 8 mm, di ikat dengan gelang segi empat yang disebut dengan begel, umumnya besi berdiameter 6 mm.

7. Setiap luas dinding 12m2 persegi, harus ada kolom. Jadi kalau pada bangunan berlantai satu, yang tingginya biasanya adalah 3-4 meter, setiap jarak 3 meter harus ada kolom.

8. INGAT!...dinding tidak menyangga bangunan. Dinding hanya mampu menyangga bebannya sendiri pada luas tertentu. Penyangga/Penyalur beban ini lah yang disebut struktur. yaitu pondasi, sloof (balok diatas pondasi), kolom, balok, kuda-kuda dan atap.

9. Akan lebih aman jika di atas dan/atau di bawah kusen, di tambahkan besi diameter 6 yang terhubung/terikat erat dengan kolom.

10. Campuran Semen untuk bagian struktur harus tepat.

Perhatikan Pada Pekerjaan Kuda-kuda/Atap:

11. Pada kuda-kuda, Gunakan bahan yang ringan, tapi bisa menyokong beban atap di atasnya. Masyarakat kita umumnya digunakan adalah kayu. Pastikan setiap sambungan kayu, di ikat oleh plat besi. Jika bentang terlalu lebar, yaitu di atas 6 meter, maka antar sambungan kayu kuda-kuda harus di ikat dengan lebih dari satu baut. Jika menggunakan Aluminium trust yang sedang nge-trend saat ini, pastikan mendapatkan garansi dari perusahaannya. Demikian juga bahan atap, pilih yang ringan tapi kuat.

12. Pastikan antara kuda-kuda dengan balok bangunan (ring balok) terikat dengan erat

13. Antar kuda-kuda di ikat oleh 2 balok angin yang di pasang saling menyilang. (lihat gambar)

Lain-lain…tapi tak kalah penting

14. Mintalah bantuan Arsitek untuk mendesain dan membantu mengawasi proses bangunan Anda, tapi ingat, anda juga harus tetap mengawasi bangunan anda.

15. Jika bangunan lebih dari satu lantai, gunakan arsitek dan jangan ragu-ragu menggunakan jasa ahli struktur, untuk memastikan kekuatan bangunan pada desain si arsitek.

16. Anda dilindungi undang-undang Bangunan . Jika bangunan anda roboh, karena salah perhitungan maka Arsitek dan ahli struktur bisa di gugat agar bertanggung jawab. Jika bangunan anda roboh karena pemborong tidak membangun sesuai dengan desain yang dibuat oleh Arsitek, mereka juga harus bertanggung jawab.

Selamat mengawasi bangunan anda!.

Link terkait:
tapak bumi
cara merenovasi bangunuan di gempa bengkulu
detail struktur
alternatif desain rumah tahan gempa

Wednesday, September 9, 2009

Kitchen Sink yang OK

Di Indonesia, Kitchen Sink sudah jadi bagian dapur yang tidak dapat dipisah lagi. Praktis, bersih, tidak banyak berbasah-basah, jika menyuci perkakas atau bahan makanan.

Meskipun cukup membantu kaum dapur, seringkali air bekas cucian merembes ke sisi luar kitchen sink yang bersentuhan dengan penggunanya. Celemek cukup membantu untuk menghindari pakaian dari noda yang di timbulkan.

Selain celemek, kondisi ini bisa di hindari pada detail pemasangan Kitchen Sink. Kemiringan kitchen sink harus benar-benar di pastikan mengalir ke arah saluran pembuangannya. Rembesen air juga bisa di hindari dengan memiringkan sisi dinding terluarnya, agar percikan air mengalir ke arah kitchen sink.

Umumnya sisi ini di buat datar oleh tukang, tapi ada nat antar keramik yang kemudian mengalirkan percikan air keluar dari arah kitchen sink.

Dengan memiringkan sisi ini, hal tersebut bisa di hindari. Sehingga kaum dapur bisa lebih leluasa menggunakan kitchen sink tanpa khawatir celemek basah lagi.

Wednesday, May 6, 2009

Serai, Serba guna

Jika punya tanah/lahan kosong. Ingin menanaminya dengan tanaman yang tidak merepotkan perawatannya tapi bukan dari jenis tanaman keras, aku sarankan tanamlah Serai, atau Lemon Grass.

Penampilannya persis ilalang memang, tapi banyak manfaat dari tanaman ini. Serai bisa membuat ular enggan untuk hidup di sekitarnya. Nyamuk pun tak betah berlama lama. Tanaman ini cukup bandel. Cukup di tanam bibitnya, biarkan alam yang menghidupinya, dia akan tumbuh subur seperti ilalang.

Disekitar rumahku, Serai di tanam di tanah sisa, antara jalan raya dan parit. Atau di pinggir pagar. Sekali kali di panen untuk di jual ke pasar dekat rumah. Selain bernilai ekonomis, sebenarnya fungsi serai itu untuk mencegah sampah sampah jalan masuk ke dalam parit ketika air hujan menyeretnya.

Tanaman ini, bumbu pelengkap yang cukup sering di pakai di masakan Indonesia. Apalagi kalau masak tomyam, wajib deh...
Serai di buat bandrek juga mantap. Gula merah, jahe dan serai di rebus. Hmmmh...Ah..jadi kangen dengan minuman ini. Dulu setiap Kamis sore selalu tersedia bersama ubi goreng. Pasangan yang mantap tenan.


Monday, December 1, 2008

Desain Modern Tak Berarti Nyaman


Pertama kali melihat foto rumah bantuan Palang merah Spanyol ini,aku langsung berujar : Iiih kereeen.

Bentukan massanya yang sederhana tapi berkesan modern, menjadi inspirasiku dalam desain dalam bangunan children center yang akan dibangun di antara kepungan rumah apik tersebut.

Bentuknya beda dengan rumah bantuan manapun. Dari bentuknya terbaca kalau arsiteknya mencoba menyediakan ruang bawah untuk masyarakat bersosialisasi. Ide cerdas meski mahal di plat lantainya.

Nah, kunjunganku kelapangan kali ini, melihat rumah Modern ini dari dekat.
Ah..ah..ah
ternyata Modern tak berarti nyaman.
Kesalahan fatal desain ini adalah
1. pemilihan bahan dinding terbuat dari seng
2. Tidak ada ventilasi udara kecuali jendela dan pintu harus dibuka lebar.
Bahan dinding dari seng adalah kesalahan yang fatal. Karena ternyata efeknya tidak kepada penghuni rumah saja, tapi mengakibatkan lingkungan sekitar yang lebih panas dari daerah sekitar.

Kalau begini, dapatlah dipahami jika karya aristek juga berperan dalam global warming. :)

benar-benar terasa beda panasnya..
hmm..beberapa rumah pun tak terhuni.

Tak heran, rumah KKSP (ehm..aku nee arsiteknya), masih menjadi rumah yang paling disukai masyarakat. Bentuk memang sederhana, seperti rumah kebanyakan di Aceh, tapi desain ruang dalam boleh disesuaikan dengan keinginan pemilik. Nyaman dan tak panas. Bukankah ini yang lebih utama daripada sekedar keindahan di mata???

Ok..deh,
aku punya usulan buat perbaikan lingkungan Peunaga Pasi. Desa tempat rumah keren dan Children Center KKSP di bangun.

Panas lingkungan masih bisa di selamatkan agar lebih dingin, asal rajin sedikitlah menanam vegetasi.

Dinding rumah yang terbuat dari seng dan yang menerap panas itu, cobalah ditutupi dengan tanaman yang ditanam di dinding bangunan. Tentunya tak langsung ditanam dinding bangunan. Tapi dengan menambahkan pengait pot bunga, atau kawat untuk tanaman yang bersulur.

Pohon juga perlu di perbanyak.

Hmm.. sayang aku tak lama di desa ini.
Tak sempat ku berceloteh saran ke pemilik rumah yang bersembunyi dari teriknya panas. Entah dimana.