My Architecture Portofolio

Monday, November 16, 2009

Dapatkan segera....



Harga Rp. 10.000,-
Jika berminat Kontak via email
archipera@gmail.com

Monday, October 5, 2009

Tips bagi awam: Membangun Rumah Tahan Gempa


Bencana Gempa kembali merobohkan bangunan di tanah air kita. Duka ditinggal kan orang-orang yang di cintai adalah kehilangan harta yang paling berharga. Indonesia di hadapkan kenyataan, bahwa sebagian besar kepulauan berada dalam lempeng kulit bumi yang menjadikannya daerah yang harus siap dari ancaman gempa akibat pergerakannya. Kita harus berbenah diri mempersiapkan diri dari kemungkinan jatuhnya korban. Mempersiapkan tempat bernaung menjadi tempat yang nyaman, aman dan kokoh dari ancamn bencana. Khususnya bencana gempa yang telah begitu sering kita alami.

Tak bisa di pungkiri, banyak bangunan kita saat ini menggunakan bahan beton bertulang dan dinding bata. Material ini cukup nyaman untuk berlindung dari panas dan hujan. Saat gempa terjadi, memang jenis ini paling banyak memakan korban. Terutama bangunan berlantai lebih dari satu. Korban biasanya jatuh tertimpa dinding, beton atau terjebak di dalamnya.

Permasalahannya bukanlah di bahan bangunan, tetapi kekokohan struktur bangunan. Masih banyak Masyarakat kita yang terlalu sepele dengan struktur bangunan yang kokoh. Jika kita melihat rumah-rumah yang roboh pada gempa Yogya yang lalu, yang hancur adalah rumah yang tidak memiliki tulangan besi pada kolomnya. Hanya sambungan bata satu lapis (dinding) yang menyokong bebang bangunan. Kasus gempa di Padang, ada bangunan lama yang di renovasi dan di tambah lantai bangunannya. Ini menunjukkan tidak ada perhitungan struktur yang tepat untuk melindungi bangunan.

Merencanakan/memperhitungkan kekokohan struktur bangunan, tenaga ahlinya adalah tamatan jurusan teknik sipil. Namun prinsip dasarnya wajib diketahui Arsitek, selaku tim ahli yang berperan dalam pengawasan proses pembangunan. Perhitungan Struktur Bangunan mempertimbangkan beban bangunan, dan beban pengguna bangunan, serta beban yang ditimbulkan faktor luar dan alam, seperti beban angin, beban gempa, dan lain-lain. Memang perhitungan struktur tidak serta merta melindungi secara total manusia dari bencana, tapi minimal direncanakan untuk menghindari robohnya bangunan dalam waktu singkat, yang biasanya berakibat pada jatuhnya korban.

Selain proses perencanaan, proses pengawasan saat pembangunan adalah sangat penting di perhatikan. Banyak kasus perencanaan yang di salah gunakan saat proses pembangunan, dikerjakan tidak sesuai dengan perencanaan. Karena sulit mendeteksi kesesuaian struktur bangunan yang telah rampung di bangun, kesempatan ini sering di manfaatkan oleh kontraktor untuk membangun tidak sesuai dengan jumlah yang direncanakan untuk keuntungan sepihak oleh kontraktor. Jelas ini sangat merugikan pemilik / pengguna bangunan kelak. Sering sekali kerugian disadari seperti saat nasi telah menjadi bubur.
Sering juga terjadi, meski pemilik mengetahui ketidak sesuaian perencanaan dengan pelaksanaan, mereka diam saja. Umumnya ini terjadi karena biaya yang minim untuk pembongkaran dan pembangunan kembali.

Untuk menghindari hal ini, pemilik maupun calon pengguna harus benar-benar memperhatikan struktur bangunan yang akan di gunakannya saat proses pembangunan. Berikut beberapa tips sederhana, agar bisa mengawasi dan mengevaluasi proses pembangunan agar aman dari bahaya bencana Gempa.

Perhatikan Ikatan besi tulangan

1. Begel harus mengikat dengan baik


2. Jarak antar begel untuk bangunan satu lantai biasanya 15-20 cm. semakin ketengah, jaraknya semakin besar. Besi begel untuk satu lantai diameter 6-8 mm. Di pasaran, jika membeli besi, diameternya yang kita pesan biasanya lebih kecil beberapa milimerer. kualitas yang bagus adalah yang sangat mendekati. misal, ingin membeli besi 6mm, ukuran sebenarnya adalah 5,9999 mm. Ukurlah dulu sebelum membeli.

3. Oya...pilih mutu besi tulangan yang baik. ciri-ciri umumnya, tidak mudah berkarat, ada merek dagang yang terukir di setiap produknya. INGAT: Hati-hati memilih produk!

4. Untuk daerah rawan gempa, pilihlah besi ulir untuk besi tulangan utama. Besi ini mengikat beton dan besi dengan kuat sehingga kokoh menerima gaya yang diakibatkan gempa

5. SANGAT PENTING!. Perhatikan tiap sambungan struktur. Contohnya : Balok dengan Kolom. Lebihkan sebanyak minimal 20 cm dari pertemuan besi balok dengan kolom untuk penyempurnaah ikatan.
Logikanya, jika ada balok/kayu yang disambung berbentuk 4 persegi, yang di hempas kelantai, Bukan baloknya yang lebih dulu patah tetapi Ikatanlah yang lebih dulu terlepas. Di banyak kasus bangunan roboh, sambungan ini hanya sekedar berbentuk pengait. Tukang terbiasa melakukan jenis ikatan yang hanya sekedar mengkait ini. Jadi awasi benar-benar!. Jangan di cor sebelum memastikan semua sambungan struktur mengikuti prinsip ini.

6. Setiap sudut dinding harus ada kolom. Kolom adalah penyangga bangunan diatas pondasi. Inilah yang berupa besi yang di rangkai tegak. Ukuran besi ada 2, tulangan utama, biasanya 4 besi berdiameter 8 mm, di ikat dengan gelang segi empat yang disebut dengan begel, umumnya besi berdiameter 6 mm.

7. Setiap luas dinding 12m2 persegi, harus ada kolom. Jadi kalau pada bangunan berlantai satu, yang tingginya biasanya adalah 3-4 meter, setiap jarak 3 meter harus ada kolom.

8. INGAT!...dinding tidak menyangga bangunan. Dinding hanya mampu menyangga bebannya sendiri pada luas tertentu. Penyangga/Penyalur beban ini lah yang disebut struktur. yaitu pondasi, sloof (balok diatas pondasi), kolom, balok, kuda-kuda dan atap.

9. Akan lebih aman jika di atas dan/atau di bawah kusen, di tambahkan besi diameter 6 yang terhubung/terikat erat dengan kolom.

10. Campuran Semen untuk bagian struktur harus tepat.

Perhatikan Pada Pekerjaan Kuda-kuda/Atap:

11. Pada kuda-kuda, Gunakan bahan yang ringan, tapi bisa menyokong beban atap di atasnya. Masyarakat kita umumnya digunakan adalah kayu. Pastikan setiap sambungan kayu, di ikat oleh plat besi. Jika bentang terlalu lebar, yaitu di atas 6 meter, maka antar sambungan kayu kuda-kuda harus di ikat dengan lebih dari satu baut. Jika menggunakan Aluminium trust yang sedang nge-trend saat ini, pastikan mendapatkan garansi dari perusahaannya. Demikian juga bahan atap, pilih yang ringan tapi kuat.

12. Pastikan antara kuda-kuda dengan balok bangunan (ring balok) terikat dengan erat

13. Antar kuda-kuda di ikat oleh 2 balok angin yang di pasang saling menyilang. (lihat gambar)

Lain-lain…tapi tak kalah penting

14. Mintalah bantuan Arsitek untuk mendesain dan membantu mengawasi proses bangunan Anda, tapi ingat, anda juga harus tetap mengawasi bangunan anda.

15. Jika bangunan lebih dari satu lantai, gunakan arsitek dan jangan ragu-ragu menggunakan jasa ahli struktur, untuk memastikan kekuatan bangunan pada desain si arsitek.

16. Anda dilindungi undang-undang Bangunan . Jika bangunan anda roboh, karena salah perhitungan maka Arsitek dan ahli struktur bisa di gugat agar bertanggung jawab. Jika bangunan anda roboh karena pemborong tidak membangun sesuai dengan desain yang dibuat oleh Arsitek, mereka juga harus bertanggung jawab.

Selamat mengawasi bangunan anda!.

Link terkait:
tapak bumi
cara merenovasi bangunuan di gempa bengkulu
detail struktur
alternatif desain rumah tahan gempa

Wednesday, September 9, 2009

Kitchen Sink yang OK

Di Indonesia, Kitchen Sink sudah jadi bagian dapur yang tidak dapat dipisah lagi. Praktis, bersih, tidak banyak berbasah-basah, jika menyuci perkakas atau bahan makanan.

Meskipun cukup membantu kaum dapur, seringkali air bekas cucian merembes ke sisi luar kitchen sink yang bersentuhan dengan penggunanya. Celemek cukup membantu untuk menghindari pakaian dari noda yang di timbulkan.

Selain celemek, kondisi ini bisa di hindari pada detail pemasangan Kitchen Sink. Kemiringan kitchen sink harus benar-benar di pastikan mengalir ke arah saluran pembuangannya. Rembesen air juga bisa di hindari dengan memiringkan sisi dinding terluarnya, agar percikan air mengalir ke arah kitchen sink.

Umumnya sisi ini di buat datar oleh tukang, tapi ada nat antar keramik yang kemudian mengalirkan percikan air keluar dari arah kitchen sink.

Dengan memiringkan sisi ini, hal tersebut bisa di hindari. Sehingga kaum dapur bisa lebih leluasa menggunakan kitchen sink tanpa khawatir celemek basah lagi.

Wednesday, May 6, 2009

Serai, Serba guna

Jika punya tanah/lahan kosong. Ingin menanaminya dengan tanaman yang tidak merepotkan perawatannya tapi bukan dari jenis tanaman keras, aku sarankan tanamlah Serai, atau Lemon Grass.

Penampilannya persis ilalang memang, tapi banyak manfaat dari tanaman ini. Serai bisa membuat ular enggan untuk hidup di sekitarnya. Nyamuk pun tak betah berlama lama. Tanaman ini cukup bandel. Cukup di tanam bibitnya, biarkan alam yang menghidupinya, dia akan tumbuh subur seperti ilalang.

Disekitar rumahku, Serai di tanam di tanah sisa, antara jalan raya dan parit. Atau di pinggir pagar. Sekali kali di panen untuk di jual ke pasar dekat rumah. Selain bernilai ekonomis, sebenarnya fungsi serai itu untuk mencegah sampah sampah jalan masuk ke dalam parit ketika air hujan menyeretnya.

Tanaman ini, bumbu pelengkap yang cukup sering di pakai di masakan Indonesia. Apalagi kalau masak tomyam, wajib deh...
Serai di buat bandrek juga mantap. Gula merah, jahe dan serai di rebus. Hmmmh...Ah..jadi kangen dengan minuman ini. Dulu setiap Kamis sore selalu tersedia bersama ubi goreng. Pasangan yang mantap tenan.


Monday, December 1, 2008

Desain Modern Tak Berarti Nyaman


Pertama kali melihat foto rumah bantuan Palang merah Spanyol ini,aku langsung berujar : Iiih kereeen.

Bentukan massanya yang sederhana tapi berkesan modern, menjadi inspirasiku dalam desain dalam bangunan children center yang akan dibangun di antara kepungan rumah apik tersebut.

Bentuknya beda dengan rumah bantuan manapun. Dari bentuknya terbaca kalau arsiteknya mencoba menyediakan ruang bawah untuk masyarakat bersosialisasi. Ide cerdas meski mahal di plat lantainya.

Nah, kunjunganku kelapangan kali ini, melihat rumah Modern ini dari dekat.
Ah..ah..ah
ternyata Modern tak berarti nyaman.
Kesalahan fatal desain ini adalah
1. pemilihan bahan dinding terbuat dari seng
2. Tidak ada ventilasi udara kecuali jendela dan pintu harus dibuka lebar.
Bahan dinding dari seng adalah kesalahan yang fatal. Karena ternyata efeknya tidak kepada penghuni rumah saja, tapi mengakibatkan lingkungan sekitar yang lebih panas dari daerah sekitar.

Kalau begini, dapatlah dipahami jika karya aristek juga berperan dalam global warming. :)

benar-benar terasa beda panasnya..
hmm..beberapa rumah pun tak terhuni.

Tak heran, rumah KKSP (ehm..aku nee arsiteknya), masih menjadi rumah yang paling disukai masyarakat. Bentuk memang sederhana, seperti rumah kebanyakan di Aceh, tapi desain ruang dalam boleh disesuaikan dengan keinginan pemilik. Nyaman dan tak panas. Bukankah ini yang lebih utama daripada sekedar keindahan di mata???

Ok..deh,
aku punya usulan buat perbaikan lingkungan Peunaga Pasi. Desa tempat rumah keren dan Children Center KKSP di bangun.

Panas lingkungan masih bisa di selamatkan agar lebih dingin, asal rajin sedikitlah menanam vegetasi.

Dinding rumah yang terbuat dari seng dan yang menerap panas itu, cobalah ditutupi dengan tanaman yang ditanam di dinding bangunan. Tentunya tak langsung ditanam dinding bangunan. Tapi dengan menambahkan pengait pot bunga, atau kawat untuk tanaman yang bersulur.

Pohon juga perlu di perbanyak.

Hmm.. sayang aku tak lama di desa ini.
Tak sempat ku berceloteh saran ke pemilik rumah yang bersembunyi dari teriknya panas. Entah dimana.

Tuesday, November 4, 2008

Brosur Musholla Children Center Blang Beurandang






Sunday, August 24, 2008

Jalan-jalan ke Pasar Johar

Akhirnya bisa juga aku menapakkan kaki ke Pasar Johar, Semarang. Awalnya penasaran pada hebohnya Milist IAI tentang rencana pemerintah Jawa Tengah menggantikan Pasar ini.
Sebagus apa sih, sampai harus dipertahankan??

Setelah mutar-mutar merasakan ruangnya, jepret sana jepret sini. Akhirnya aku berkesimpulan.

Lumayan bagus desain pasar ini.
Sirkulasi udara cukup baik, karena memiliki void. Tapi di lantai 1 yang tidak memiliki void agak terasa pengap dan gelap. Kalau stand banyak yang tutup, seram sekali melewati lorong-lorongnya.

Keberadaan RAM, cukup manusiawi. Jika di desain pasar modern biasanya, menyatu di bagian tangga, dan disediakan rel besi untuk lintasan alat pengangkut dagangan. Belum pernah mencoba rasanya mendorong barang di lintasan tersebut, tapi dari tingkat kemiringannya pasti lah lebih berat daripada kemiringan yang ada di RAM Pasar Johar.


di Lantai 2


Sepertinya bangunan ini memang sudah layak untuk di renovasi. Lantainya sudah kupak kapik. Plat atapnya sudah mengelupas memperlihatkan tulangan besinya.

Ku lihat Struktur Cendawan yang menjadi ciri khas pasar ini tak hanya milik Pasar Johar, sekilas saat di taxi menuju bandara, kulihat ada juga pasar yang menggunakan struktur cendawan di kota Semarang.

Well..
Sejujurnya, aku tidak fanatik pada bangunan bersejarah. Jika memang layak untuk di ganti ya diganti saja.
Jika memang untuk desain yang lebih baik, why not?...
Apa memang Arsitek Negeri ini tak berani mendesain lebih baik dari pasar Johar?.
:)




Oleh-oleh 17-an diSemarang

Kesempatan kedua ku menginjak kaki di Semarang, bertepatan peringatan hari kemerdekaan 17 agustus 2008. Menginap di Hotel New Metro, tepat di kota lama Semarang, di samping Pasar Johar yang terkenal karena sejarah dan konstruksi cendawannya yang unik.
Jalan pagi sambil menikmati Kota yang sering direkomendasikan untuk di kunjungi karena tata kotanya yang konon rapi dan masih banyak bangunan kolonialnya.
Tapi Semarang kali ini, terkesan semrawut juga. Tak beda dengan kota besar lainnya.
Kantor IAI Semarang

Bangunan kolonialnya memang asyik untuk dinikmati. Ornamen, arcade, pilar, dan ventilasi juga trotoarnya. Terasa unik.

Konon di malam hari, daerah bangunan lama ini rawan dengan tindak kejahatan.

Nah..yang menarik pada malam 17-an. Ternyata ada kebiasaan melakukan petirahan di masyarakat Semarang. Semacam acara menunjukkan rasa syukur. Secuplik ku tangkap di Pasar Ya'ik menjelang Maghrib. Beberapa masyarakat berkumpul di jalan di tengah pasar. Menggelar tikar dan hidangan makanan, lengkap dengan Tumpeng.
Melihat ini aku jadi rindu pulang. Meski Medan tak merayakan hari kemerdekaan sesakral Semarang.




Jati untuk Penghijauan Tepi Jalan

Jenis vegetasi apa sebaiknya di gunakan untuk Penghijauan di tepi Jalan?

Apapun jenis vegetasinya, tentunya harus memiliki syarat:
1. Memberikan keteduhan
2. Tidak mudah tumbang (aman)
3. Akarnya tidak merusak jalan

Foto ini diambil di sepanjang jalan menuju pantai Cermin, kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kabupatennya memilih Pohon Jati untuk penghijauan sepanjang jalannya.

Apakah ide bisnis juga ada di benak Pemkabnya?. Entahlah.
Tapi ide pohon jati cukup cerdas sebagai pilihan vegetasi. Selain syarat-syarat diatas terpenuhi, Pohon Jati juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Apabila sudah cukup tua, Pohon ini bisa diolah dan menjadi pemasukan daerah.
Lumayan bukan?
Jika di tanam di kota, dana penjualannya bisa lah untuk membayar penyapu jalan di bawahnya.






Cheri..Peneduh yang nyaman

Cheri...
Tentulah nama tersebut tak asing di penikmat kue.
Buah merah menggoda di pucuk ice cream..hmmm..hmmm

Pohon cheri juga tak kalah menggoda.
Dipanas hari yang menyengat, di bawah dahannya yang rindang adalah tempat yang sejuk untuk berteduh.

Perhatikan saja gambar ini. Tingginya tak sampai 5 meter, lebar dahannya bisa berjari-jari mencapai 4 m. Lebat pula.
Ditambah amben bambu dibawahnya asyik benar duduk bercengkrama, atau mengaso sambil baca buku dan melahap ice cream.
Hmm..hmmm....hmmm





Wednesday, August 13, 2008

Kelambu



Masih ingatkah kita pada lembaran kain transparan yang menutupi tempat tidur ini?
fungsi utamanya adalah melindungi penggunanya dari serangan nyamuk.
Entah kenapa penggunannya di tinggalkan, dan tergantikan dengan bahan-bahan kimia pembasmi nyamuk yang sama sekali tidak sehat.
Mungkin iklan terus menerus berhasil mempengaruhi tingkat konsumsi produk ini. Sedangkan kelambu,siapa pula yang mempromosikannya?.

Padahal penggunaan kelambu, paling ramah lingkungan, tidak akan memberikan efek pada kesehatan paru-paru.
Sementara secanggih apapun zat kimia yang digunakan membasmi nyamuk, tetap saja membahayakan. Bahkan meski wangi nya sudah tak tercium lagi, sisa endapan gas semprot/asap akan menempel di seluruh ruangan dan tersedot masuk paru-paru. Harga zat kimia yang harus di keluarkan setiap bulannya tentu tak sebanding dengan keuntungan menggunakan kelambu, yang cukup di cuci jika sudah kotor.

lalu kalau ada yang murah dan sehat kenapa harus beli yang mahal dan berbahaya pula???






Saturday, July 12, 2008

Lilypad: Kota Mengapung


"Imagination is more than knowledge" Albert E

Saya sangat kesengsem dengan hasil karya Arsitek Belgia ini, sehingga artikel ini saya terjemahkan dari website Vincent Callebaut. Tahun 2000 disaat usianya 23 tahun menerima penghargaan the Great Architecture Prize René Serrure dari Institut Victor Horta in Brussels. Sejak saat itu hingga kini berbagai penghargaan diterimanya di bidang arsitektur.

Vincent merupakan arsitek yang sangat peduli pada lingkungan global. Berbagai design arsitektur selalu menyangkut masalah lingkungan. Tahun 2007 dia membuat lima buah proyek yaitu; Anti-Smog, Innovation Centre in Sustainable Development, Paris, France, Perfumed Jungle, Ecological Master plan for the Central Waterfront, Hong Kong, China, Ecomic Tower, Ecological and Metropolitan Informatic Center, Mexico City, Mexico, Childhood’s Greentower, Crib for the Early Childhood, Paris, France, Neuronal Alien, Landscape design for the Vatnsmyri Airfield, Reykjavik, Iceland.

Lebih kurang sebanyak 35 proyek arsitektur yang dibuatnya, namun satu proyek yang paling menggemparkan tahun 2008 adalah proyek Lilypad Kota Mengapung untuk pengungsi akibat perubahan iklim dunia. Lilypad didesign oleh Vincent sebagai antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkkan bahwa akan banyak sekali jumlah para pengungsi dunia akibat terjadinya pemanasan global. Dia mengemukakan bahwa prinsip Archimedes bahwa cairnya es tidak akan merubah peningkatan permukaan air. Sama halnya dengan mencairnya es di dalam air di gelas. Namun ada dua sumber air raksasa yang tidak berada diatas air yang akan mencair dan langsung menuju ke laut yang menyebabkan naiknyapermukaan air laut. Hal ini berhubungan dengan gunung es di Antartika dan Greenland disisi lain, serta benua es. Hal lain yang menyebabkan naiknya permukaan laut tidak ada sangkut pautnya dengan mencairnya es, tetapi dilatasi air yang terjadi akibat pengaruh suhu udara.

Menurut ramalan GIEC (Intergovernmental group on the evolution of the climate), kenaikan permukaan laut akan mencapai 20 hingga 90 cm selama abad ke-21. Setiap kenaikan suhu 1°C akan mengakibatkan air naik 1 meter. Kenaikan air ini akan mempengaruhi 0.05% di Uruguay, 1% di Mesir, 6% di Belanda, 17.5% di Bangladesh dan lebih dari 80% di daerah atoll Majuro di Marshall dan pulau-pulau Kiribati hingga pulau-pulau di Maldives.

Negara-negara seperti Vietnam, Mesir, Bangladesh, Guyana atau Bahamas akan melihat tempat-tempat tinggal masyarakatnya kebanjiran dan genangan Lumpur air asin dari laut. New York, Bombay, Calcutta, Hô Chi Minh City, Shanghai, Miami, Lagos, Abidjan, Jakarta, Alexandria dan lebih dari 250 juta pengungsi dari negara lain akibat perubahan suhu udara.


Itulah sebabnya Lilypad, sebagai prototipe kota yang dibuat mengapung diatas air dan dapat menampung sebanyak 50.000 penduduk. Dan didalamnya dikembangkan kehidupan flora dan fauna disekitar danau dengan air yang ditampung dari air hujan.


Lilypad kota yang akrab dengan lingkungan dapat mengapung dari dari Monaco di Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia.

Desain yang sangat modern dalam antisipasi pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia Victoria Regia, dari keluarga Nympheas, tanaman air yang ditemukan oleh ahli tanaman Jerman Thaddeaus Haenke.
Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara. Melalui teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut dan biomass. Bahkan dapat memperoses gas CO2 di adalam atmosfer dan meresap ke kulitnya yang terbuat dari titanium dioxide.

Sumber : vincent.callebaut.org



Saturday, May 17, 2008

Rak buku unik


Baru ketemu dengan web desain rak buku yang unik-unik. Sayang terlambat ketemu, karena rak kantor keburu di buat dengan model sesederhana mungkin dan murah.

Ternyata banyak alternatif bentuk. Wadduh, ide desainku ternyata masih tumpul.
berikut pilihan unik untuk rak buku.


Rak buku jenis ini cocok dengan pecinta buku tapi tetap ingin tampil nyentrik.

Nah, ternyata plafond juga bisa dimanfaatin menjadi rak buku. Sepertinya cocok untuk rak buku di ruang kerja seorang penulis. Kalau lagi mentok, melihat susunan buku, bisa jadi nambah ide.
Nah..untuk pencinta desain, dengan koleksi buku minimalis, ide di bawah ini keren juga. Buku juga bisa mempercantik ruangan. eh buku atau raknya ya?


mau lihat pilihan rak lainnya? lihat disini.



ini ide rak favoritku :)

Wednesday, May 7, 2008

Green Architecture

Profesional Ghatering antara IAI dengan INIAS beberapa waktu lalu membuatku gusar. Naning mencoba menjelaskan visi green building di negeri maju, yang harus di amati oleh negeri ketiga yang masih kebingungan untuk pengadaan listrik di rumah.
Pun ketika diskusi, kiat-kiat green building, penuh dengan material luar negeri yang mahal. Berdalih recycle, material ini di anggap green building.
Aku jadinya berprasangka buruk, alih-alih arsitek ingin menciptakan lingkungan yang benar-benar hijau, tapi sebenarnya justru jadi agen pedagang material bahan bangunan.

Setuju sekali dengan ungkapan Bu Rika, sebenarnya, Indonesia berbudaya green alias sangat peduli pada kelestarian lingkungan. nah..pergeseran budaya lah yang kemudian melepaskan pemahaman terhadap dasar pelestarian lingkungan kita.

Ambillah satu contoh rumah tradisional kita. Sangat banyak bentukan yang mencoba selaras terhadap lingkungan sekitarnya. Arsitektur kita di masalalu, mengambil apa yang ada di lingkungannya, dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Katakanlah rumah adat Karo beratap Ijuk, bahan yang sangat banyak terdapat di daerah tersebut. Rumah melayu yang beratapkan Nipah, juga jenis tumbuhan yang banyak terdapat di daerah pesisir timur.

Bu Nanig ku pikir terlalu berat memikirkan bahwa, dunia ini akan berubah, jika arsitek nya memiliki konsep green. Kondisi tersebut hanya terjadi mungkin di negara maju sana, dimana wewenang arsitek cukup besar. Tapi di negeri ini, persoalan lingkungan dilanggar habis-habisan oleh pengelola negara sendiri.

Sebenarnya dengan Cukup mejaga kelestarian hutan, tidak mengikis luasan hutan, membuat kota menjadi hijau, aku yakin bumi ini tetap akan green.

lalu Arsitek Indonesia ngapain dunK?
1. Pakai material lokal
karena material dari luar, menyita energi yang banyak.
2. Desain bangunan yang hemat energi.
manfaatkan pencahayaan matahari, dan penghawaan alami semaksimalnya. jika ruangan memang mebutuhkan penghawaan buatan, ya tidak ada salahnya di buat demi kenyamanan.

yang paling penting dari issu Green, adalah menciptakan pola hidup yang hemat energi.Bisakah arsitek mengarahkan pengguna bangunan agar memiliki pola hidup hemat energi?kalau bisa hueeebat!!

Arsitek bukanlah mahluk yang bisa segalanya, dan bertanggun jawab atas segalanya.

Friday, April 25, 2008

Logo Archivera

Sunday, April 13, 2008

mY nEXT pROject : LyBrarY



Proyek ku selanjutnya dalah sebuah perpustakaan untuk SMK di Idi, ibu kota Kabupaten Aceh Timur. Ukuran 18 x 8 m. Masih dalam proses proposal untuk mendapatkan bantuan dana DAK (Dana Alokasi Khusus).
Mencari inspirasinya, jalan-jalan dulu ke Yogya. Memang kegiatan kantor saat itu pun sedang lagi sibuk-sibuknya. Hampir sebulan gambarnya terbengkalai cuma dalam oret-oret tak berkonsep.
Sepulang dari Yogya, 3 hari ku kebut lengkap gambar, dan RAB nya.
Bentuknya sebenarnya sederhana, hanya bangunan 8 x 18 m dengan atap pelana. Namun aku teringat ketika SMP dulu, perpustakaan itu ruangan yang terkesan suram dan berdebu. Maka dalam perencanaan bangunan ini aku ingin buat perpustakaan bergaya anak muda. Atap teras jadi sasaran utamaku, sebagai vocal poit. Atap pelana 2 buah mencolok, dan disusun mirip buku yang terbuka. Merupakan simbol buku yang memang jadi penghuni perpustakaan.
Untuk warna kupilih warna ceria, dan segar.

Agar membaca tetap terang meski tak ada lampu, Perpustakaan ini ku berikan jendela, dan dinding glass blok. Sedikit ventilasi untuk menghindari debu.
sret..sret...
kalau lagi di hati, mendesain sangat menyenangkan.
kalau tidak..wuihhh terbeban banget.

eh..eh..lagi di hati atau dah kebelet jadwal ya?
heheh...
semoga proyek ini jebol dah...











Tuesday, April 1, 2008

Medan Kota Ruko (kosong)

Ring Road dalam Kota Medan, akhirnya selesai juga. Seiring dengan itu, Ruko-ruko berderet di sisi kiri dan kanannya.
Sempit langsung terasa. Beberapa tapak tanah sudah mulai di pacak pula untuk pembangunan. Lagi-lagi Ruko. Entah ada atau tidak peraturan tata bangunan kota Medan ini. Kalau pun ada, tentunya di tabrak oleh para pengusaha yang punya duit. Bayangkan saja jika sepanjang jalan Kota Medan adalah Ruko. Lahan tersisa ke jalan di beri perkerasan untuk parkir. Jalan Ring Road yang sejuk, sambil menikmati pegunungan bukit barisan itu, lama-lama disesaki oleh Ruko yang angkuh dan kosong. Kosong tanpa penghuni, kosong dari rasa nyaman sebagai tempat tinggal. semua adalah bisnis..dan bisnis.
Jangankan menjadi penghuninya di dalamnya, melewati nya saja, aku dah stresss.
capee deh.




Saturday, February 23, 2008

Jangan pernah ke Palladium Plaza Medan



Rabu, 20 Februari, Gempa lagi.
Aku terbangun sore itu oleh celoteh adik dan ibuku tentang gempa yang baru saja mengoyang Medan. Padahal ketika gempa menggoyang, Ibuku panik membangunkan aku, dan aku benar-benar tak bergeming untuk bangun. Tak sadar sama sekali. Mungkin jika saja terjadi tsunami seperti di aceh, aku mungkin meninggal dalam tidur juga.

Adikku gusar. Pasalnya dia terjebak di tangga kebakaran, basement Palladium Plaza. Pusat perbelanjaan baru dekat kantor walikota Medan. " Kok bisa sih kak tangga kebakarannya melingkar?, kecil pula".
"Bisa-bisa orang mati bukan karena gempa, tapi karena berdesakan di tangga kebakaran".
Bukannya prihatin, adik bungsuku itu malah ku tempeleng.
" Kakak kan dah berulang kali katakan, jangan ke Palladium".
" Bandel banget".
Dia cuma bisa berwajah mesem dan berkata, kebetulan saja.

Plaza Palladium termasuk pusat perbelanjaan baru. Masih ingat sekali promosi penjualan lapak di gedung itu begitu menggiurkan. Cicilan ringan. Gambar bangunan (dalam 3 dimensi) yang apik tenan. Kala itu Aku nyaris tergiur untuk membuka sepetak toko di sana. Alhamdulillah tak jadi.

Aku urungkan niat ketika beberapa bulan proses pembangunan, tersiar kabar pondasi bangunan turun beberapa centi. Dan bukan sekali itu saja tersiar kabarnya.
Namun Tak sampai setahun gambar 3 dimensi itu berdiri megah dan nyata. Cantik memang. sayangnya, kemacetan yang kerap kali terjadi di sana membuat ku menghidari jalan di depan gedung itu.

Pun setelah terbangun, kasus penurunan pondasi terdengar lagi, kemudian yang memakan korban, Atap teras yang anggun terbuat dari kaca itu jatuh. Menghempas ke lantai dasar dan jalanan mengenai orang-orang dibawahnya dan tukang becak mesin yang mengais rezeki di depannya.
Bertambah deretan kejanggalan dalam bangunan ini.

Sebenarnya jika dilihat dari tata kota pun, peletakan pusat belanja ini seolah tak pada tempatnya. Sekitarnya adalah pusat perkantoran dan pemerintahan.

Pernah satu kali ku berkunjung kesana.
Penasaran sebagai arsitek mencicipi ruang di dalamnya. Dan...aku jera.
Memasuki basement yang curam dan sempit aku serasa memasuki ruangan yang menyeramkan. Tak heran, banyak yang justru parkir di pelataran parkir kantor walikota daripada harus masuk ke ruang parkir palladium itu.

Melewati toko-toko yang sempit sangat beda dengan tampilan dari luarnya yang megah. Plaza ini sangat tidak mempedulikan ruang publik. Jarak sirkulasi hanya 2 meter. Sungguh ku merasa sesak di dalamnya. Toko yang buka pun tak banyak. Tak sempat ku mengupas ruang servicenya, toilet dan musholla. Ku langsung hengkang tanpa membeli buah tangan. Cukup sekali ini saja ke Palladium. titik.

Hmm...Aku penasaran, siapa sih arsiteknya?
Siapa sih pemiliknya?
akan kah mereka ambil pelajaran dari bangunan yang gagal ini?.
Satu lagi....hampir terlupa
Bisakah Pak Walikota belajar dari bangunan megah di samping kator dinasnya ini?



Wednesday, January 23, 2008

Rumah Tradisional Aceh Barat

Gambar rumah di Aceh pesisir timur dan aceh tengah

Rumah Aceh di Pesisir Pantai Barat
(foto diambil di desa kuala tripa, kabupaten Nagan Raya)




Monday, January 21, 2008

Jongkok VS Duduk



Pilih mana...Kloset Jongkok atau Kloset Duduk. Kloset duduk biasanya lebih dianggap berkelas mewah, dan kloset Jongkok untuk masyarakat kelas bawah.

Ya..tentunya untuk rumah tinggal, memilih kloset jongkok atau kloset duduk tergantung pada selera si pemilik sendiri.

Tapi untuk WC umum aku sarankan memakai kloset jongkok. kenapa?

alasnnyannya cuma satu: lebih higienis. bayangkan jika di toilet umum digunakan adalah WC duduk, berapa bokong yang sama akan menyentuh bibir kloset duduk tersebut. Perhatikan di beberapa film yang menunjukkan adegan di toilet umum. Biasanya pengguna akan meletakkan tissu sepanjang bibir Kloset duduk tersebut. Yup..aku juga seperti itu.

Nah yang membuat pusing lagi soal Kloset duduk ini, terkadang tidak ada fasilitas jetpump untuk cebok. Padahal, kebanyakan masyarakat, terutama muslim, punya kebiasaan ini. Aku pernah benar-benar kewalahan ketika di sebuah rumah sakit dengan Toilet tanpa jetpum ini. Memang toilet nya kering sehingga terkesan bersih. Tapi manakah yang lebih utama, kebersihan manusianya atau toilet?.